Psiko-Edukatif Anak

Posted on August 29, 2009. Filed under: Artikel Anak |

Prof. Dr. dr. Dadang Hawari, Psi

Dosen Pascasarjana Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Penulis Buku

Dalam perkembangan jiwa atau kepribadian seseorang dari mulai bayi hingga remaja (18 tahun) hendaknya tidak hanya berkembang secara baik dalam arti fisik, tetapi juga terutama secara kejiwaannya (psikologik). Perkembangan jiwa/kepribadian anak tergantung bagaimana kedua orangtua mendidiknya (faktor psiko-edukatif).

Kedua orangtua merupakan tokoh imitasi dan identifikasi anak. Pendidikan anak hendaknya sedemikian rupa, sehingga dapat dihindari terbentuknya sifat atau ciri kepribadian yang rawan atau rentan bagi terjadinya gangguan jiwa. Terjadinya kelainan dalam perkembangan jiwa/kepribadian anak lebih tergantung pada faktor cara orangtua mendidik dan memberi suri teladan. Atau dengan kata lain, faktor parental example lebih penting daripada parental genes.

Tumbuh kembang anak memerlukan dua jenis makanan. Yaitu makanan bergizi untuk pertumbuhan otak dan fisiknya, dan makanan dalam bentuk “gizi mental”. Bentuk makanan yang kedua ini berupa kasih sayang, perhatian, pendidikan, dan pembinaan yang bersifat kejiwaan/psikologik (non fisik), yang dapat diberikan oleh kedua orangtua dalam kehidupan sehari-harinya.

Oleh karenanya, kedua orangtua harus mempunyai waktu untuk membina komunikasi yang baik dengan anak. Sebab, warisan paling berharga yang dapat diberikan oleh orangtua kepada anak-anaknya, adalah waktu beberapa menit setiap harinya.

Anak dengan pengalaman-pengalaman dalam kehidupan sehari-hari bersama orangtuanya, merupakan unsur penting bagi anak untuk membina dan menciptakan realitas. Anak dapat belajar bagaimana sesuatu itu dilihat, diraba, didengar, dicium dan dirasa. Pengalaman-pengalaman ini merupakan pilar-pilar terpenting bagi pembinaan mental-emosional dan mental-intelektual anak.

Ada beberapa sikap yang merupakan daya kemampuan dan kompetensi anak, yang perlu mendapat perhatian kedua orangtua:

Pertama, kemampuan untuk percaya pada kebaikan orang lain, atau disebut kepercayaan dasar (basic trust). Anak yang mengalami banyak waktu tanpa kata-kata, tanpa diajak bicara, tanpa senyum dan tanpa interaksi dengan sekelilingnya, lama kelamaan akan mengundurkan diri dari pergaulan. Anak akan menyendiri dan puas dengan dirinya sendiri, tidak lagi memerlukan dan memperdulikan dunia luar dan akibatnya amat disayangkan kelak bila telah menginjak dewasa.

Kedua, sikap terbuka. Kalau sikap ini digabungkan dengan sikap kepercayaan dasar diatas, anak akan menjadi terbuka dan terus terang terhadap orang-orang disekitarnya. Sikap ini akan berhasil menciptakan dorongan dan rangsangan terhadap sikap ingin tahu dan sikap mau belajar.

Ketiga, kemampuan anak untuk menerima kata tidak, atau kemampuan pengendalian diri terhadap orang lain maupun hal-hal yang mengecewakan. Jika sikap ini tidak ada, anak tidak bisa bergaul dan belajar di sekolah. Anak selalu dimanjakan dan selalu dituruti semua keinginannya, dan anak tidak pernah mendengarkan kata tidak atau penolakan, akan menimbulkan banyak masalah dalam kehidupan sosialnya kelak.

Keterpaduan ketiga sikap di atas, akan menghasilkan anggota masyarakat baru dan sehat, mempunyai potensi untuk bisa bersekolah dan bergaul dengan baik di dalam maupun di luar keluarganya tanpa pengawasan ketat. Ia akan mampu berdiri sendiri, serta dan mampu menanggulangi dan memperoleh penyelesaian yang sehat dari berbagai konflik internal maupun eksternal pada dirinya.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: