Inteligensi Spiritual

Posted on December 9, 2009. Filed under: Artikel Pendidikan |

Aliah B. Purwakania Hasan M.Kes

Psikolog dan Dosen Universitas Indonesia

Dalam buku Spiritual Intelegensi-The Ultimate Intelligence, Danah Zohar dan Ian Marsall (2000) mendiskusikan bukti penemuan ilmiah inteligensi spiritual. Pada tahun 1990-an, penelitian oleh Michael Persinger dan V.S. Ramachandran menemukan adanya titik ketuhanan (God-Spot) dalam otak manusia. Daerah ini berlokasi pada penghubung saraf pada lobus temporal otak manusia. Selama dilakukan scan dengan topografi emisi positron, daerah neural ini bercahaya ketika subyek penelitian melakukan diskusi yang berkaitan dengan topik spiritual.

Penemuan titik ketuhanan ini kemudian menjadi dasar pengembangan teori tentang inteligensi spiritual, yang menunjukan kapasitas pengolahan makna, visi dan nilai-nilai. Tanpa inteligensi spiritual, yang berasal dari tingkat kesadaran yang lebih tinggi dari ego, kemampuan manusia tak dapat mancapai potensi yang penuh.

Penelitian kemudian mulai melakukan eksplorasi terhadap bukti ilmiah inteligensi spiritual. Mereka kemudian membuat alat untuk mengukur inteligensi spiritual atau spiritual quotient (SQ) dan menjelaskan bagaimana untuk meningkatkan dan mengembangkannya.

Inteligensi spiritual merupakan akses manusia untuk menggunakan makna, visi dan nilai-nilai dalam jalan yang kita pikirkan dan keputusan yang kita buat. Manusia menggunakan inteligensi spiritual untuk mentransformasikan diri mereka dan orang lain. Menyembuhkan luka dalam hubungan, bertahan dalam kedukaan, dan bergerak dari kebiasaan di masa lalu. Inteligensi spiritual merupakan pemikiran tentang diri seseorang dan ekpresi dari realita yang lebih tinggi.

Dengan inteligensi spiritual, manusia menyadari sumber daya yang tersedia bagi mereka. Manusia menyadari bahwa alam bukan merupakan sesuatu yang harus dieksploitasi. Manusia menemukan kebebasan dari keterbatasan sebagai manusia dan mencapai keilahian. Inteligensi spiritual membuat manusia dapat mencapai keutuhan dan memberi integritas kemanusiaan.

Dengan inteligensi ini, manusia dapat menggali dirinya sendiri, mempertanyakan pertanyaan mendasar dan membentuk kerangka dari jawaban yang diperoleh. Semakin jauh mereka berjalan, semakin dalam tingkatan seseorang yang terbuka, yang membutuhkan penyempurnaan.

Inteligensi spiritual memotivasi orang untuk memiliki keseimbangan bekerja. Inteligensi spiritual juga memberi kebutuhan manusia dalam konteks nilai kehidupan. Intelegensi spiritual membuat seseorang berkembang sebagai seorang mamnusia.

Zohar dan Marshall mengembangkan alat pengukuran SQ berdasarkan teori J.L. Holland yang membagi manusia atas enam tipe kepribadian (konvensional, sosial, investigatif, artistik, realistik, dan kewirausahaan). Alat ukur ini dibuat untuk menentukan salah satu jenis tipe kepribadian atau campurannya.

Masing-masing tes kepribadian memiliki nilai antara 0 dan 12, yang menunjukan kekuatan kepentingan dalam sektor kehidupan tersebut. Rata-rata manusia dewasa akan memiliki nilai 6 atau lebih pada setidaknya tiga dari seluruh jenis kepribadian tersebut. Misalnya, seseorang mungkin mendapatkan nilai tinggi tipe artistik, tipe kewirausahaan dan investigatif.

Orang yang memiliki SQ yang tinggi, memiliki ciri-ciri tertentu. Mereka adalah orang yang fleksibel. Tidak ada orang yang dapat mengubah paradigma yang mereka miliki tanpa fleksibilitas internal. Dunia merupakan tempat realitas majemuk, dan manusia hidup di dalamnya.

Mereka juga memiliki kesadaran diri. Orang-orang kadang tidak merasa nyaman dengan ruang yang kosong dan keheningan, mungkin karena hal ini memaksa mereka melihat ke dalam yang membuat mereka takut untuk menemukan sesuatu.

Mereka yang memiliki SQ yang tinggi, juga memiliki visi dan diarahkan oleh nilai-nilai yang merka miliki. Mereka dapat mengambil hikmah dari suatu musibah. Mereka dapat mempelajari sesuatu dari penderitaan dan kematian. Kegagalan dan ketakutan menjadi alat untuk meraih peluang.

Mereka juga berfikir holistik, dan dapat melihat gambaran besar. Mereka menyukai keluwesan dan menikmati perbedaan. Tingkat kuantum dari realitas jelas berbeda-beda. Mereka juga tak mudah terpengaruh dengan lingkungannya (field-independent). Mereka dapat mengambil jarak dari orang banyak dan menjadi diri sendiri.

Mereka memiliki sikap kritis, dan mencoba mencari kepercayaan sejati melalui usahanya sendiri. Mereka sering mempertanyakan penyebab segala sesuatu. Mereka juga mampu memikirkan apa yang mereka lihat dengan konteks yang lebih luas. Kepemimpinan yang mereka miliki lebih didasarkan keinginan untuk mengabdi. Posisi dan status tidak mempengaruhi mereka.

Zohar dan Marshall juga mengatakan bahwa SQ merupakan sesuatu yang dapat diubah atau ditingkatkan. SQ merupakan cara untuk melakukan integrasi, mamahami dan beradaptasi dengan prespektif baru. Bagian dalam diri manusia.

Pikiran dan spiritualitas, merupakan sesuatu yang bersifat elastis. Manusia dapat meningkatkan SQ yang dimilikinya sampai usia tua. Peninjauan diri kembali diperlukan, karena adaptasi ini hanya terjadi selama terjadi ketegangan. Di antara tahap kelemahan dan pencerahan terhadap sudut kepanikan yang membuat seseorang dapat meningkatkan diri.

Individu memiliki kemampuan organisasi diri ketika menghadapi tepian yang merupakan batas kekacauan. Tempat ini merupakan daerah di mana seseorang merasa nyaman ketika seharusnya ia merasakan ketidaknyamanan. Di tempat ini pembelajaran dan inovasi sering terjadi.

Seorang dapat menjelajahi tepian ini lebih lanjut, memasang tempat di sana, dan menghirup panas partikel perubahan, jika ia mengenal tipe kepribadiannya. Ia dapat memilih jalan hidup lebih baik untuk memndapatkan SQ yang lebih tinggi.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: