Anak Down Syndrome Mampu Berprestasi

Posted on May 11, 2010. Filed under: Feature Anak |

Jalaluddin Sayuti

Penderita down sindrom, khususnya anak-anak, biasanya suka dijauhi orang dalam pergaulan. Padahal banyak dari mereka yang justru lebih berprestasi dari manusia ”normal” lainnya. Mengasingkan mereka dari dunia sosial, bukan cara bijak. Mereka butuh ”dimanusiakan” agar tumbuh-kembangnya berlaku semestinya.

Meski terbatas secara mental, Stephanie Handoyo, remaja berusia 18 tahun penderita down sindrom tak terhalangi untuk menjadi jawara olahraga renang di kelasnya. Tak tanggung-tanggung, Stephanie bercita-cita untuk mengikuti dan memenangkan lomba renang di Olimpiade Atena 2011 mendatang.

Selain berprestasi sebagai perenang muda, Stephanie juga dikukuhkan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pemain piano yang mampu membawakan 23 lagu berturut-turut dalam sebuah acara musik di Semarang, Jawa Tengah.

Selain Stephanie, ada pula Michael Rosihan Yacub, golfer (pegolf) muda berusia 20 tahun. Tahun 2009 lalu, ia meraih rekor MURI sebagai satu-satunya golfer penderita down sindrom di Asia.

Dalam turnamen 18-hole yang diadakan MURI, Michael bertanding melawan para pegolf normal lainnya. Dan dengan IQ hanya 35, Michael mampu mendalami olahraga golf yang dikenal sebagai olahraga yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Subhanallah. Dengan keterbatasan yang demikian, mereka sudah mampu berprestasi. Bagaimana dengan kita, manusia “normal”?

Terus Meningkat

Down syndrome atau kerap disebut sindroma down adalah sebuah proses pertumbuhan yang lambat karena terbentuknya kromosom berlebih dalam tubuh. Penyakit yang ditemukan oleh seorang dokter dari Inggris, John Langdon Down, pada tahun 1866 ini, bukanlah penyakit turunan.

Down syndrome terjadi disebabkan adanya kelainan pada perkembangan kromosom. Kromosom merupakan serat khusus yang terdapat pada setiap sel tubuh manusia, dan mengandung bahan genetik yang menentukan sifat-sifat seseorang.

Pada bayi normal terdapat 46 kromosom (23 pasang), dengan kromosom nomor 21 berjumlah 2 buah (sepasang). Bayi dengan penyakit down syndrome, memiliki 47 kromosom, karena kromosom nomor 21 berjumlah 3 buah. Kelebihan 1 kromosom (nomor 21) atau dalam bahasa medisnya disebut trisomi-21 ini, terjadi akibat kegagalan sepasang kromosom 21 untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan.

Menurut penelitian, down syndrome menimpa satu di antara 700 kelahiran hidup. Diperkirakan saat ini terdapat empat juta penderita down syndrome di seluruh dunia, dan 300 ribu kasusnya terjadi di Indonesia. Analisis baru menunjukkan bahwa dewasa ini lebih banyak bayi dilahirkan dengan down syndrome dibanding 15 tahun lalu.

Walaupun secara jumlah meningkat, namun penderita down syndrome lebih banyak yang berprestasi dan hidup lebih lama dibanding orang dengan kehidupan yang lebih berkecukupan. Dengan kata lain, harapan hidup dan mutu kehidupan para penderita down syndrome jauh meningkat beberapa tahun terakini.

Perbaikan kualitas hidup pengidap down sindrom dapat terjadi berkat perawatan kesehatan, pendekatan pengajaran, serta penanganan yang efektif.

Cara Menangani

Cara penanganan yang tepat kepada anak penderita down syndrome menjadi kunci sukses membesarkan mereka, selain tentunya cinta kasih tanpa syarat dari orang-orang di sekitarnya. Terutama orang-orang terdekat, seperti orangtua dan sanak keluarga.

Dengan mendidik, menyayangi dan memberi perhatian kepada mereka yang ber-IQ rendah, tata krama dan pergaulan dengan orang lain bisa diajarkan. Sehingga mereka dapat hidup secara normal sebagaimana anak-anak lainnya.

Karena memang secara kemampuan kognitif matematis mereka tak setinggi orang normal, namun umumnya mereka sangat antusias dan berdedikasi tinggi dalam bekerja. Sehingga dalam hal ini orangtua harus lebih sabar dan telaten mendidiknya.

Kesalahan terbesar yang biasa dilakukan orangtua yang memiliki anak down syndrome adalah mengabaikan dan menyembunyikan mereka dari dunia. Padahal anak-anak spesial itu jika sedari masa kanak-kanak telah mendapat pendidikan dan pelatihan khusus, mereka dapat tumbuh layaknya anak-anak lain.

Apalagi uniknya, mereka memiliki kelebihan sifat penurut, periang, rajin dan tepat waktu. Untuk anak yang sudah mendapat pendidikan atau terapi, mereka sangat menyenangi hal-hal yang rutin. Mereka lebih disiplin dari anak-anak biasa.

Menurut Nashita Nio, Humas Ikatan Sindroma Down Indonesia (ISDI), orangtua harus sering mungkin mengajak anak down syndrome berintraksi dengan publik. Tujuannya, agar publik bisa berinteraksi dengan mereka tanpa rasa segan.

Sebab, berdasarkan pengalaman yang terjadi selama ini, rupanya banyak orang ragu untuk berkomunikasi dengan anak-anak ini. Utamanya karena khawatir anak-anak itu akan ketakutan, atau bila terjadi salah pendekatan akan membuat orangtua/pendamping anak-anak tersebut tersinggung.

Selain orangtua, guru dan masyarakat juga berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak down syndrome. Kita bisa membantu dengan mendonasikan dana bagi program pengembangan pendidikan mereka, atau terlibat dalam kegiatan sosial yang mereka adakan.

Lebih sederhana lagi, kita bisa mulai dengan membuka diri untuk lebih mengenal mereka, agar kita dapat memperlakukan mereka penuh hormat selayaknya kepada sesama manusia “normal” lainnya, tanpa rasa, apalagi sikap diskriminatif.

Hanya dengan membuka mata dan hati, kita bisa berbaur dan berinteraksi dengan mereka tanpa prasangka maupun justifikasi dini, sebagaimana kita bersosialisasi dengan manusia pada umumnya.

Dengan demikian, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik dan mendukung bagi perkembangan mental makhluk berkebutuhan khusus ini, untuk tumbuh optimal dan berperan di tengah masyarakat.

=========

Boks 1

Gejala dan Tanda Anak Down Syndrome

Gejala atau tanda-tanda yang muncul akibat down syndrome dapat bervariasi. Mulai dari yang tidak tampak, tampak minimal, sampai tanda yang khas. Tanda yang paling khas pada anak penderita down syndrome adalah keterbelakangan perkembangan fisik dan mental pada anak (Olds, London, & Ladewing, 1996).

Penderita sangat sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol, berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian anteroposterior kepala mendatar.

Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds).

Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya, serta jarak antara jari pertama dan kedua, baik pada tangan maupun kaki melebar. Sementara lapisan kulit biasanya tampak keriput (dermatoglyphics).

Kelainan kromosom ini juga bisa menyebakan gangguan atau bahkan kerusakan pada sistem organ yang lain. Pada bayi baru lahir, kelainan dapat berupa congenital heart disease. Kelainan ini yang biasanya berakibat fatal, di mana bayi dapat meninggal dengan cepat. (kliniksehat.com)

==========

Boks 2

Terapi dan Pengobatan

  • Menggunakan metode ru’yah syar’iyyah untuk mencegah terjadinya gangguan mendasar pada otak dan pembuluh darah akibat beberapa gangguan non-organik, seperti gangguan akibat jin dan lainnya. Ini sangat berefek pada penenang jiwa dan pikiran si penderita secara signifikan.
  • Bekam, berupa metode penyembuhan ala Rasulullah SAW dengan membuang beberapa zat hasil metabolisme berupa racun tubuh. Metode ini dapat berfungsi sebagai sumber detoksifikasi utama tubuh. Bekam juga dapat membantu menyempurnakan fungsi berbagai organ tubuh.
  • Pijat saraf dan akupressure yang berguna memperbaiki sistem peredaran darah, fungsi otot dan persarafan tubuh si penderita.
  • Akupunkture, yang berfungsi memperbaiki fungsi kelistrikan tubuh dan mengaktifkan beberapa sistem organ yang penting, dan menon-aktifkan beberapa organ yang mengalami gangguan.
  • Terapi obat-obatan, seperti Bio Smart Plus, Habbat Extract, Immunocaps/Immunoquid, dan Gen-C. Obat lain dapat digunakan sesuai keluhan tambahan si penderita.
  • Terapi metode Spieth (Spiritual Emotional Therapy), yang berguna untuk mengembalikan fungsi lahiriah tubuh terhadap sang Pencipta, dengan metode mengikhlaskan dan pasrah sepenuhnya atas kehendak Allah SWT. (kliniksehat.com)

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: