Awareness Bank Syariah Cenderung Menguat

Posted on May 11, 2010. Filed under: Riset |

Dhorifi Zumar

Tak terasa kehadiran institusi perbankan syariah di Indonesia telah berlangsung hampir 17 tahun, ditandai dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI) pada 1 Mei 1992. Data Bank Indonesia menyebutkan, hingga akhir tahun 2007, jumlah bank syariah mencapai sekitar 29 bank (3 bank umum dan 26 unit usaha syariah), ditambah 114 unit bank perkreditan rakyat.

Dengan usianya yang beranjak dewasa dan tingkat pertumbuhan institusi yang sangat impresif mencapai 46,3% pertahun, maka Bank Indonesia mengklaim bahwa tingkat awareness masyarakat/nasabah terhadap perbankan syariah atau iB (islamic banking) sudah semakin tinggi. Benarkah demikian?

Riset MARS Indonesia yang bertajuk Studi Pasar dan Perilaku Nasabah Bank Syariah 2008 menyajikan fakta bahwa tingkat awareness bank syariah memang menunjukkan kecenderungan menguat, yaitu berkisar antara 39% hingga 42%. Untuk top of mind awareness berada pada level 39,7%, sedangkan awareness iklan pada level 42,9%.

Dalam bidang top of mind awareness, Bank Muamalat berada pada peringkat tertinggi (mencapai 39,7%). Disusul kemudian Bank Syariah Mandiri (25,2%), BNI Syariah (9,9%), Bukopin Syariah (9,4%), BRI Syariah (6,5%), dan seterusnya. Sedangkan untuk awareness iklan, yaitu sejauhmana iklan bank syariah dikenal oleh masyarakat/nasabah, Bank Muamalat dan Bank Syariah Mandiri masih menjadi yang terbaik.

Iklan Bank Muamalat dengan tagline-nya “Pertama Murni Syariah”, mendapat rating tertinggi untuk dikenal para nasabah (mencapai 42,9%). Disusul Bank Syariah Mandiri (29,4%), BNI Syariah (10,6%), BRI Syariah (5,7%), dan Bukopin Syariah (5,4%), dan seterusnya.

Tabel-1. Tingkat Awareness Bank Syariah di Indonesia (%)

Top of Mind Awareness Awareness Iklan
Bank Total Bank Total
Muamalat 39,7 Muamalat 42,9
Syariah Mandiri 25,2 Syariah Mandiri 29,4
BNI Syariah 9,9 BNI Syariah 10,6
Bukopin Syariah 9,4 BRI Syariah 5,7
BRI Syariah 6,5 Bukopin Syariah 5,4
Mega Syariah 3,3 Mega Syariah 2,3
Danamon Syariah 2,4 Danamon Syariah 1,8
Permata Syariah 2,1 BTN Syariah 0,5
BTN Syariah 1,0 Permata Syariah 0,2
Niaga Syariah 0,5

Sumber: Studi Pasar dan Perilaku Nasabah Bank Syariah 2008

Dengan tingkat awareness yang relatif kuat ini, peluang perbankan syariah untuk meningkatkan market share maupun asetnya, yang pada 2008 lalu gagal mencapai target pertumbuhan 5 persen terbuka lebar. Data BI menyebutkan, hingga November 2008 market share yang diraih perbankan syariah baru mencapai 2,08 persen dengan total aset Rp 47 triliun. Adapun jumlah nasabah hingga November 2008 baru 3,799 juta nasabah.

Alasan Memilih Bank Syariah

Terdapat lima faktor utama yang mendasari nasabah menggunakan bank syariah. Yaitu sesuai syariat, terhindar dari sistem riba, lokasi (dekat kantor atau rumah), sistem bagi hasil, dan pelayanan (servis).

Dari data yang didapat, ternyata faktor utama nasabah memilih bank syariah adalah karena faktor emosional. Ini tercermin dari dua alasan terbesar nasabah (86,8%), yaitu karena bank syariah sesuai dengan syariat Islam, dan dapat terhindar dari riba. Sementara sisanya merupakan faktor yang bersifat fungsional.

Ini berarti, nasabah perbankan syariah lebih merupakan nasabah emosional yang fokus pada keuntungan emosional semata. Ini juga memiliki arti bahwa nasabah rasional, yang tidak hanya mementingkan keuntungan emosional tapi juga fokus pada keuntungan fungsional, masih belum tersentuh dengan kuat oleh bank syariah.

Tabel-2. Alasan Nasabah Menggunakan Bank

Total Muamalat Syariah Mandiri BRI Syariah BNI Syariah Bukopin Syariah Permata Syariah Lainnya (Mega, BTN, Danamon, Niaga)
Kesesuaian dengan syariat Islam 48,9 46,9 52,2 53,3 52,7 36,5 51,2 46,2
Terhindar dari sistem riba 37,9 42,5 41,3 24,0 41,9 21,2 27,9 61,5
Aman 16,3 15,5 22,5 12,0 16,2 9,6 11,6 23,1
Lokasi bank dekat dengan kantor 12,7 14,5 13,0 4,0 6,8 21,2 20,9 7,7
Bagi hasilnya tinggi 12,5 11,1 12,3 8,0 12,2 13,5 25,6 15,4
Pelayanannya memuaskan 10,9 6,3 12,3 10,7 24,3 7,7 16,3 0,0
Payroll 9,4 11,1 8,0 13,3 8,1 11,5 0,0 7,7
Ada fasilitas ATM 8,3 6,3 11,6 8,0 10,8 7,7 0,0 15,4
Transfer gaji 7,5 6,3 3,6 16,0 10,8 9,6 0,0 11,5
Dari kantor 6,3 12,1 4,3 6,7 0,0 5,8 0,0 0,0
Lokasi bank dekat dengan rumah 5,9 3,9 8,0 4,0 9,5 5,8 7,0 3,8
Customer servicenya ramah 3,9 3,9 5,8 1,3 2,7 1,9 9,3 0,0
Memiliki jaringan ATM bersama 3,3 3,9 3,6 1,3 5,4 0,0 0,0 7,7
Ada fasilitas umrah haji 1,3 0,5 2,9 1,3 0,0 1,9 2,3 0,0
Administrasinya lebih murah 1,0 1,0 0,0 1,3 2,7 0,0 2,3 0,0
Lainnya 3,2 2,0 5,6 2,6 1,4 3,8 2,3 3,8
Total 189,1 187,4 207,2 168,0 205,4 157,7 176,7 203,8

Sumber: MARS Indonesia

http://www.marsindonesia.com

Secara total, Bank Muamalat merupakan bank yang paling banyak digunakan untuk transaksi, dengan jumlah pengguna mencapai 33,7%. Berikutnya Bank Syariah Mandiri (22,4%), diikuti BNI Syariah (12,2%), Bukopin Syariah (12,0%), dan bank lainnya dengan porsi masing-masing kurang dari 10%.

Dilihat kecenderungan per kota, di Jakarta terdapat tiga bank yang paling sering digunakan untuk transaksi. Yaitu Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, dan Permata Syariah. Sedangkan di Surabaya adalah BNI Syariah, Bukopin Syariah, dan BRI Syariah.

Dari uraian di atas ada hal yang menarik. Untuk kelompok bank umum syariah (Muamalat dan Syariah Mandiri), menjadi bank utama transaksi nasabah di wilayah Jakarta. Sedangkan bank kelompok unit usaha syariah milik pemerintah (BNI Syariah dan BRI Syariah), cenderung merupakan bank utama transaksi nasabah di Surabaya.

Dilihat dari kelompok usia, Bank Muamalat, Bukopin Syariah dan BRI Syariah cenderung menjadi bank utama transaksi nasabah pada kelompok usia tua. Sedangkan Bank Syariah Mandiri merupakan bank utama transaksi semua kelompok. Sementara BNI Syariah meraih kelompok paling muda (18-24 tahun) dan paling tua (41-55 tahun).

Tabel-3. Bank yang Paling Sering Digunakan untuk Transaksi Berdasarkan Kota dan Usia (%)

Bank Total Kota Kelompok Usia
Jakarta Surabaya 18-24 25-30 31-34 35-40 41-55
Muamalat 33,7 36,5 30,7 21,7 34,9 32,9 37,8 34,6
Syariah Mandiri 22,4 27,0 17,7 18,3 27,6 21,7 20,5 21,1
BNI Syariah 12,2 11,4 13,0 18,3 9,9 9,8 12,6 14,3
Bukopin Syariah 12,0 5,7 18,7 5,0 7,9 14,7 17,3 12,0
BRI Syariah 7,0 4,1 10,0 3,3 4,6 7,0 6,3 12,0
Permata Syariah 4,2 6,0 2,3 16,7 6,6 3,5 0,8 0,0
Lainnya 8,5 9,2 7,7 16,7 8,6 10,5 4,7 6,0
Total 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100,0 100

Sumber: MARS Indonesia

www.marsindonesia.com

Dilihat menurut per kelas sosial-ekonomi (SES), baik di SES A maupun SES B, jumlah nasabah yang menjadikan bank syariah sebagai bank utama transaksi, jumlahnya hampir sama di hampir semua bank syariah. Kecuali BRI Syariah, yang memiliki nasabah cenderung lebih besar di SES A dibandingkan SES B.

Berdasarkan tingkat pendidikan, Bank Muamalat dan Syariah Mandiri, jumlah nasabahnya yang menjadikan bank tersebut sebagai bank utama transaksi, hampir sama di semua tingkat pendidikan. Sedangkan BNI Syariah dan BRI Syariah cenderung lebih besar pada tingkat pendidikan tinggi.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: