Bisnis dan Syiar Islam Membawa Sukses

Posted on May 11, 2010. Filed under: Motivasi |

Dr H Muhammad Bhakty Kasry

CEO & Chairman PT Pandu Logistics

Bisnis dan Syiar Islam Membawa Sukses

Keberhasilan bukan datang sendiri. Butuh waktu dan proses yang tak gampang, dan tak jarang rintangan dan halangan menghadang. Selama masa proses, butuh kecerdasan emosional, intelektual, bertindak, dan keterampilan.

Pandu Logistics. Sebuah perusahaan jasa kurir yang kini memiliki 154 kantor cabang dengan karyawan sekitar 2.500 orang di seluruh Indonesia, bukan terbentuk tanpa jerih payah. Ada rentang waktu sekitar 17 tahun berjuang untuk tetap eksis dan berkembang.

Adalah Dr. H. Muhammad Bhakty Kasry, sang CEO dan Chairman perusahaan itu yang sejak awal merintisnya. Ia pernah mengalami jatuh bangun berbisnis di dunia pengiriman barang ini. Namun berkat kecerdasan berpikir, istiqamah berdzikir, dibarengi aksi yang tepat, ia mampu membawa bendera Pandu Logistics berkibar di bumi pertiwi.

Ada yang berbeda dengan cara Bhakty melejitkan karirnya di dunia kurir ini. Sebagai perusahaan milik pribumi, ia melakukan cara yang tidak lazim dilakukan perusahaan atau pengusaha lain. Misalnya shalat malam berjamaah dengan para karyawan dan staf, memberikan reward kepada karyawan yang rajin shalat Subuh berjamaah atau karyawan perokok yang mau berhenti merokok. Ia juga menghajikan hingga 10-15 karyawan setiap tahun, menggalakkan pengajian bulanan di kantor untuk memberi motivasi kepada karyawan, dan masih banyak lagi kiatnya.

Bisnis Bernilai Ibadah

Ada beberapa hikmah dan pelajaran dari kiprah Bhakty dalam menjalankan bisnis yang ia padukan dengan nilai-nilai ibadah. Yaitu:

1. Niat Benar dan Bekerja Keras

Saat awal memutuskan untuk keluar dari perusahaan kurir kelas dunia DHL, anak dari Muhammad Kasry dan Siti Aminah ini sempat bimbang mempikirkan nasib selanjutnya. Karena cukup lama ia (11 tahun) ia berperusahaan besar jawara bidang ekspedisi itu.

Tapi Bhakty optimis, bahwa niat untuk memberi nafkah kepada keluarga merupakan ibadah. Maka pada 1992, ia bertekad mulai merintis Pandu. “Alasan utama saya ingin menjadi lebih berguna bagi banyak orang. Caranya cuma satu, mendirikan perusahaan sendiri,” ungkapnya.

Ia mulai merintis usaha di sebuah ruko pinjaman di Jalan Boulevard, Kelapa Gading, Jakarta Utara, dengan bendera PT. Pandu Siwi Sentosa. Bermodal kepercayaan rekan-rekannya, pria kelahiran Medan 30 April 1953 ini mendatangi sejumlah customer besar. Dan banyak yang tertarik menjadi klien.

Berangkat pagi pulang malam menjadi rutinitasnya selama menjalani masa awal merintis usaha. Hati kecil Bhakty yakin, semua itu akan berubah ketika usahanya dapat berjalan baik dan berkembang kelak. ”Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian kata orang,” ujarnya sambil mengembangkan senyum.

2. Memaksimalkan Layanan

Bagi Bhakty, bisnis kurir merupakan bisnis kepercayaan. Dan bisnis ini menjalin hubungan antara manusia dengan manusia, bukan manusia dengan barang. Ketika seseorang mempercayakan barangnya untuk dikirim melalui Pandu Logistics, maka amanah itu harus ia jalankan all out. ”Sekali kecewa dengan layanan kita, customer akan pindah ke orang lain,” katanya.

Terkait bisnis kepercayaan, maka Bhakty tak segan-segan melakukan silaturrahim guna menjalin hubungan baik dengan calon customer maupun langganan. Banyak cara Bhakty melakukan silaturrahmi, di antaranya sapaan via SMS, email, fax, atau melalui pertemuan. ”Melayani adalah kunci sukses dalam bisnis jasa ini,” tegasnya.

3. Memotivasi Karyawan

Setiap sebulan sekali, manajemen Pandu Logistics mendatangkan ustadz untuk membekali para karyawan dan staf berbagai pengetahuan tentang agama. Ini Bhakty lakukan karena sadar bahwa bisnis jasa pengiriman sangat rentan dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Misalnya kurir yang tidak amanah menyampaikan barang kiriman customer, atau mengambil sendiri. Karena itulah, motivasi dan tausiyah terus dilakukan, agar para karyawan bisa menjaga amanah tugasnya.

Motivasi yang diberikan tak hanya siraman spiritual, tapi juga reward kepada karyawan berprestasi. Seperti dengan menghadiahkan bonus, motor, haji gratis, umrah, kredit mobil atau rumah, dan lain-lain. ”Karyawan adalah aset yang harus terus diberdayakan,” ungkapnya.

Di luar aktivitas kantor, Bhakty juga selalu mengajak karyawan dan stafnya untuk menjalankan shalat Subuh berjamaah di masjid maupun di rumah. Bahkan rutin sebulan sekali, Bhakty menggelar shalat malam plus tausiyah di Masjid An-Nuur yang terletak di samping rumahnya. ”Kami ingin keluarga besar perusahaan kami tidak hanya memikirkan dunia, tapi sisi akhirat juga harus terpenuhi,” tuturnya.

4. Berbagi dengan Anak Yatim dan Dhuafa

The power of giving, begitu Bhakty merasakan dahsyatnya berkah dari memberi, atau tangan di atas. Ia yakin, sukses yang ia alami, tak lepas dari doa anak-anak yatim dan kaum dhuafa yang sering ia undang ke rumah untuk berdoa bersama dan berbagi oleh-oleh.

“Khairunnâs anfa’uhum linnas,” sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Makna filosofis hadis ini secara melandasi segala aktivitas Bhakty. Maka misi usaha yang ia kelola juga tidak melulu berorientasi profit. Misi ibadah kepada Allah SWT selalu menjadi muara usahanya. “Sebagian hasil usaha yang saya dapatkan akan saya belanjakan di jalan Allah. Meski belum maksimal, tapi saya akan terus berusaha,” ungkap yakin.

Bhakty mengaku, dengan memadukan misi bisnis dan ibadah itu, perusahaannya bisa bertahan dari hantaman krisis yang melanda Indonesia sejak 1998. terbukti, bukan kehancuran yang perusahaannya alami, tapi perkembangan cukup pesat dan kemampuan terus bersaing yang didapat.

5. Membangun dan Memakmurkan Masjid

Salah satu kecintaan Bhakty kepada kegiatan syiar Islam adalah membangun masjid dan memakmurkannya. Masjid Al-Kautsar di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Mataram Lombok Barat, menjadi salah satu hasil jerih payahnya.

Masjid dengan paduan desain Timur Tengah dan Indonesia ini mampu menampung sekitar 3000-an jamaah. Setiap hari masjid ini ramai menjadi pusat kegiatan dan ibadah ribuan santri asuhan Tuan Guru H Musthofa Umar.

Di samping rumahnya di bilangan perumahan Permata Timur, tak kalah ia bangun masjid indah An-Nuur. Meski kecil, tapi kegiatan di masjid itu cukup variatif. Mulai dari TPA, pengajian mingguan, shalat malam bulanan, dan kegiatan lainnya. ”Kalau dekat dengan masjid, hati terasa tenang,” tuturnya.

Tak heran, ketika bepergian ke suatu tempat, Bhakty menjadikan masjid sebagai prioritas utama untuk dikunjungi. Bahkan ketika berada di luar negeri, masjid tempatnya shalat Subuh pasti diperhatikan. ”Sebelum pergi ke Amerika, saya maping dulu masjid di sana yang saya kunjungi,” tutur Bhakty.

Pernah, 40 hari ia tak putus menggelar shalat Subuh di 40 masjid berbeda di seluruh Jakarta. Berikutnya, ia ia lakukan kegiatan serupa di 40 masjid yang di 40 kota di Indonesia. Semua kegiatan itu ia lakukan bersama beberapa karyawannya.

“Dari setiap perjalanan, tempat wisata, dan masjid yang saya kunjungi, hanya satu yang ingin saya lakukan. Yaitu menghitung nikmat dan memuji kebesaran Allah,” kata ayah dari Bellinda Firhandini, Mardhika Dwi Nugroho (alm), dan Bella Trihandini itu.

6. Dekat dengan Ulama

Jika seseorang bermain air, maka ia akan basah. Jika bermain api, maka ia akan kepanasan. Dan ketika bersama tukang parfum, ia akan terkena wanginya. Begitulah keyakinan Bhakty untuk gemar bergaul dengan orang shalih, agar turut gemar menjalankan amal shalih.

Setelah kedua orangtua dan anak laki-laki satu-satunya meninggal dunia, Bhakty menjadi kian dekat dengan ulama. Salah satu ulama kharismatik yang pertama menjadi tumpuhan curah hatinya adalah Tuan Guru Musthofa Umar. Ia menganggap tokoh itu seperti ayahnya sendiri, bahkan guru spiritual hidupnya.

Perkenalannya dengan Musthofa, meluaskan silaturrahimnya kepada ulama nasional. Seperti Ustadz H.M. Arifin Ilham, K.H. Abdullah Gymnastiar, Habib Al-Kaf, Ustadz Tengku Zulkarnaen, Hidayat Nur Wahid, Amin Rais, dan masih banyak lagi. ”Bagi saya, ulama adalah pewaris para nabi yang harus kita hormati dan dekati agar mendapatkan keberkahan hidup,” katanya. (Fathurroji)

Boks

Berkah Ibadah

Dari setiap perjalanan religius yang Bhakty alami, ia mengaku mendapat ketenangan batin, juga ketajaman insting. Semua itu berdampak kepada segala keputusannya saat menjalankan bisnis.

Hasilnya, perusahaan yang dipemimpinnya mampu bersaing dengan perusahaan asing, seperti DHL, TNT, dan UPS. Bahkan, di tengah krisis global, omset bisnisnya hanya turun 10-20%. “Berkat kerja keras dan doa, kami justru mendapat klien baru,” ungkap Bhakty yang juga pemilik PT. Indah Jaya Express, PT. Tritama Bella Transindo, PT. Pandu Ellin Sejahtera, dan PT. Pandu As Shofa.

Saat ini, klien Pandu Siwi berasal dari perusahaan di berbagai bidang, seperti pertambangan, minyak dan gas, otomotif, farmasi, dan perbankan. Tahun ini, Pandu Siwi juga mendapat proyek dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk pengiriman surat suara legislatif untuk wilayah Jawa Barat dan Indonesia Timur. Serta pengiriman stempel untuk wilayah seluruh Indonesia.

Untuk memperbesar perusahaan agar lebih bisa bersaing dengan asing, Bhakty berencana melepas sejumlah besar sahamnya di Pandu Siwi melalui Initial Public Offering (IPO) pada 2010 nanti. Dan dalam dua tahun terakhir, Pandu Siwi telah mampu menarik minat investor asing untuk melakukan kerja sama bisnis. Di antaranya perusahaan dari Emirates Arab, Singapura, Malaysia, dan sebagainya. (Fathurroji)

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: