Efek Warna Pink

Posted on May 11, 2010. Filed under: Headline News |

Sudah menjadi anggapan umum bahwa manusia memiliki respon persepsi dan emosi yang khas terhadap warna-warna tertentu. Warna biru dan hijau, misalnya, dipercaya membuat orang merasa lebih tenang dan lebih sejuk berada di dalam ruangan yang dicat dengan kedua warna tersebut. Sebaliknya, warna merah, oranye, dan kuning dipandang lebih dinamis dan lebih ‘menghangatkan’ ruangan.

Bagaimana dengan warna pink, warna yang dianggap sebagai warna yang feminin? Dan bagaimana jika warna ini dijadikan warna penjara?

Alexander G. Schauss, direktur American Institute for Biosocial Research, Tacoma, Washington, Amerika Serikat meneliti tentang hal ini.

Studi pendahuluannya menunjukkan bahwa subyek secara lebih konsisten terlihat lebih rileks ketika melihat papan berwarna pink. Warna pink dapat menurunkan detak jantung, denyut nadi, tekanan darah, dan pernafasan. Schauss selanjutnya ingin menguji pengaruh warna pink lebih jauh lagi terhadap perilaku, khususnya tingkat agresivitas seseorang.

Selama beberapa tahun kemudian ia mengadakan percobaan di tiga penjara Angkatan Laut AS, dua penjara daerah California, dan dua rumah sakit jiwa. Dengan campuran warna pink yang kemudian dikenal sebagai ”Baker-Miller Pink” (R: 255, G: 145, B:175), sebuah sel dicat seluruhnya kecuali lantai yang dibiarkan coklat polos.

Hasilnya, potensi perilaku kasar atau agresif yang dimiliki tahanan berkurang hanya dalam waktu 15 menit, dan efek tersebut tetap bertahan 30 menit setelah tahanan dikeluarkan dari sel pink tersebut.

Dalam penelitiannya pada subyek yang terlibat kasus kenakalan remaja, 2-3 menit pertama dalam ruangan pink akan mengurangi agresi verbal mereka. Kekerasan fisik (menendang pintu, memukul atau menggedor dinding) tidak lagi dilakukan setelah 5-6 menit pertama.

Pada menit ke-8 atau 9, mereka sudah duduk atau berbaring di tengah ruangan, sehingga di menit ke-10 mereka sudah cukup tenang untuk dibawa kembali ke ruangan biasa.

Hasil tambahan yang unik ditemukan dari replikasi studi yang dilakukan John Hopkins University Hospital terhadap orang-orang yang ingin mengendalikan berat badan mereka. Sepertiga lebih dari 1700 subyek merasa lebih dapat menahan hasrat untuk makan ketika berada di ruangan tersebut.

Lebih lanjut Schauss bersama Robert J. Pellegrini dari San Jose State University, California, mengadakan dua eksperimen mengenai pengaruh pemaparan warna pink terhadap kekuatan genggaman.

Hasilnya, subyek yang terpapar warna pink lebih lemah kekuatan genggamannya dibanding subyek dalam kelompok kontrol yang terpapar warna biru. (jalal/popsy.wordpress.com)

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: