Fenomena Anak Indigo

Posted on May 11, 2010. Filed under: Feature Anak |

Ahmad Muhajir

Anak indigo sering disebut orang awam sebagai anak sakti. Mereka sanggup melihat masa lalu, bahkan masa depan dengan kemampuan indera keenamnya. Bagaimana orangtua layak memberi mereka pendidikan yang tepat?

Tak banyak orang yang mengetahui perilaku anak indigo. Kebenaran bahwa anak indigo mampu melihat masa lalu, masa depan dan sesuatu yang akan terjadi dengan indera keenamnya, masih dipersoalkan kelazimannya. Namun beberapa media massa sudah lama mengangkat hal ini.

Dalam istilah ilmiah, anak indigo mempunyai ESP (Extra Sensory Perception) yang dalam bahasa sehari-hari disebut indera keenam. Meski secara fisik anak ini sama dengan anak-anak yang lain, namun jika kita perhatikan ucapan yang mereka diutarakan, akan kita temui kesan bijak dan penuh hikmah.

Fenomena ini dirasakan oleh Diana, ibu dari anak indigi bernama Omar. Pada mulanya Diana tak menduga jika anaknya itu termasuk indigo. Sejak dalam kandungan, ia tak pernah melihat gejala-gejala aneh pada anak yang dikandungnya. Tapi setelah lahir, prilakuk Omar terlihat agak aneh.

Menurut Diana, Omar tak bisa menerima suatu hal yang tak lazim baginya. Tapi, meski terbilang masih kecil, Omar mudah bergaul dengan siapapun, termasuk dengan orang yang baru ia kenal. “Jika ada lingkungan yang menurutnya tidak sama dengan dirinya, ia akan menarik diri,” ujar Diana.

Perkembangan fenomena anak indigo, telah mendapat perhatian banyak para psikolog anak. Menurut psikiater dr. Erwin Kusuma Sp.KJ, anak indigo memiliki ciri-ciri khusus. Di antaranya memiliki kemampuan spiritual tinggi, sehingga bisa melihat sesuatu yang belum terjadi.

“Rasa ingin tahu anak indigo terhadap sesuatu cukup tinggi. Sehingga ketika ditanyakan ke orangtuanya, mereka akan kewalahan menjawab,” ujar Erwin yang keseharian bertugas di RSPAD Jakarta.

Hal yang fatal akan terjadi, imbuh Erwin, jika orangtua tak tahu bahwa anaknya adalah indigo. Karena si anak akan sering memberontak, agresif dan nakal, tanpa disadari orangtuanya.

Menurut para dokter ahli di Amerika Serikat, anak indigo disebut juga “children of the sun” (anak sang mentari). Fenomena anak indigo, pertama kali diketahui di AS pada tahun 1984, sebagai anak istimewa yang berbeda dari kebanyakan anak lainnya. Mereka memiliki kemampuan indera yang luar biasa, cerdas dan kreatif. Istilah indigo diambil dari warna aura indigo (ungu) yang “terlihat” mengelilingi anak tersebut.

Menurut Lee Carroll dan Jan Tober dalam The Indigo Children (2006), istilah indigo berasal dari bahasa Spanyol yang berarti nila. Warna ini merupakan kombinasi biru dan ungu, diidentifikasi melalui cakra tubuh yang memiliki spektrum warna pelangi, dari merah sampai ungu.

Ketika tubuh anak indigo berada di suatu tempat, pada saat bersamaan, ia tahu apa yang terjadi di lokasi lain. Kemampuan itu disebut kemampuan menjelajah ruang. Carroll dan Tober menggunakan kata “indigo” untuk melukiskan semua anak-anak baru yang memasuki bumi. Tapi, indigo menampakkan suatu sifat psikologis yang serba baru dan lain dari yang lain, serta punya perilaku-perilaku yang sangat berbeda dan sebagaian besar menakjubkan.

Meski anak-anak ini sangat cerdas dan kreatif, namun sifatnya sulit diatur. Anak indigo teridentifikasi melalui karakteristik mereka yang unik. Secara fisik dan emosional, mereka sangat sensitive, namun sangat perhatian dan empati kepada orang lain. Umumnya, mereka mudah marah dan kasar. Sehingga orang-orang yang sering berinteraksi dengan mereka, perlu mengubah sikap dalam bergaul. Dan pola pendidikan anak-anak ini juga harus disesuaikan dengan kondisi psikis mereka.

Terus Meningkat

Menurut beberapa ahli, saat ini populasi anak indigo di Indonesia maupun dunia terus meningkat. Karena itu butuh perhatian serius seputar perencana pendidikan, pengelola pendidikan dan kepribadian mereka, serta psikolog dan para orangtua yang mampu membimbing mereka secara tepat.

Rasanya, sudah waktunya didirikan sekolah alternatif bagi anak indigo, yang memiliki metode pembelajaran khusus dan baru yang sesuai dengan kapasitas keistimewaan mereka. Selama ini baru ada beberapa sekolah khusus yang hanya menangani anak-anak bermasalah secara pendidikan (learning difficulties), dan masih terbatas pada anak autis, disleksia, dispraksia, ADD dan AHDD.

Menurut Dr. Erwin, jumlah anak indigo di Indonesia mungkin belum mencapai ratusan. Tapi dari yang sedikit itu, jika mendapat bimbingan yang sempurna, diharapkan mereka kelak menjadi pemimpin masa depan yang arif bijaksana, humanis, dan cinta damai, berbekal kemampuan yang telah mereka miliki sejak lahir.

Boks 1

10 Ciri Indigo

Jan Tobler menyebutkan sedikitnya ada sepuluh ciri anak indigo.

1. Tidak berkompromi terhadap sistem yang berlaku. Karena mereka kerap menemukan cara-cara yang lebih tepat dari yang ada.

2. Suka menyendiri, kadang sulit untuk bersosialisasi.

3. Datang ke dunia dengan perasaan ingin berbagi.

4. Memahami betul hak eksistensi dirinya di dunia ini. Mereka justru heran jika ada yang menolaknya.

5. Merasa dirinya bukanlah yang utama.

6. Sulit menerima otoritas mutlak tanpa alasan.

7. Sulit menunggu giliran.

8. Tidak menyukai hal-hal ritual atau yang tidak memerlukan pemikiran kreatif.

9. Tidak merespon aturan-aturan yang kaku. Misalnya aturan untuk makan yang harus menunggu hingga ayah pulang kantor, dan lain-lain.

10. Tidak malu untuk meminta apa yang dibutuhkannya.

===

Boks 2

Mendidik Anak Indigo

Selama ini belum ada kepastian yang menyebutkan penyebab anak menjadi indigo. Yang pasti, bukan karena faktor genetik, dan bukan pula gaya hidup (makanan bergizi baik), atau lainnya.

Tahun 1982, Nancy Ann Tappe menulis buku Understanding Your Life Through Colour. Dalam karyanya itu, ia mengelompokkan pola dasar perangai manusia, melalui warna aura yang muncul kuat pada hampir 80 persen aura anak-anak yang lahir setelah tahun 1980.

Warna itu bisa dilihat dengan foto atau alat generasi baru sejenis video aura. Warna nila menempati urutan keenam pada spektrum warna pelangi maupun deretan vertikal cakra yang terletak di dahi, di antara dua mata.

Menurut Nancy, ada beberapa perbedaan mencolok antara anak indigo dan nonindigo. Anak indigo cenderung dapat dikenali “berbeda” oleh orangtuanya sejak lahir dari bayi lainnya. Mereka mampu lebih waspada terhadap lingkungan, focus pandangan, dan butuh waktu tidur lebih sedikit dari bayi-bayi lainnya.

Seiring pertumbuhannya, anak indigo banyak menyelesaikan persoalan diri sendiri, dan cenderung lebih bijak dari anak seusianya. Mereka bahkan terkategori sulit mengikuti pelajaran di sekolah, karena cenderung mereka anggap enteng.

Oleh karena itu, dokter anak dr. Julia Sp.AK, dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Melinda, Jakarta menyarankan agar orangtua menerima mereka, memahami, dan mengikuti segala analisis maupun pendapat yang disampaikan. Karena umumnya pendapat anak indigo cenderung benar.

Orangtua juga jangan sering langsung menghukum anak indigo, karena mereka sudah sering menerima perlakuan tidak menyenangkan dari teman-teman sebaya atau sepermainan karena sikap dan perilakunya yang cenderung dewasa dan sulit diterima anak lainnya.

Hal yang tak kalah penting, adalah melibatkan anak indigo pada berbagai kegiatan yang mengarah mereka pada team building. Langkah ini bermanfaat untuk lebih menyeimbangkan kerja IQ mereka yang tinggi dengan hubungan sosial bersama di lingkungannya.

Dengan terlibat dalam team building, anak indigo akan mencoba beradaptasi dengan lingkungannya. Mereka akan mengikuti permainan kelompok yang bisa melatih mereka menyesuaikan diri dengan lingkungan. “Sebaiknya, pilih kegiatan yang mendorong mereka pada aktivitas-aktivitas yang bersifat kelompok,” ujar Julia

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: