Kejahatan Libatkan Anak Memprihatinkan

Posted on May 11, 2010. Filed under: Headline News |

Dari hasil monitoring yang dilakukan Perkumpulan Studi dan Advokasi Anak Indonesia (Perisai) selama Januari-Maret 2009, tercatat 17 kasus kejahatan yang melibatkan 28 anak-anak. “Semakin muda usia anak berkonflik hukum dan kualitas tindak kriminal yang melibatkan mereka,” tegas Koordinator Eksekutif Perisai, Fatah Muria.

Dari data monitoring sampel kasus yang terjadi di Semarang, ditemukan rata-rata usia mereka 17 tahun (10 anak) dan 16 tahun (8 anak). “Yang memprihatinkan, terdapat dua anak berusia 11 dan 12 tahun yang telah melakukan tindak pidana pencurian,” katanya.

Bentuk kejahatan yang dilakukan anak-anak ini tak bisa dipandang sebagai sebuah kenakalan. Karena sebagian besar pelaku melakukan tindak pidana pencurian, perampasan, bahkan perampokan. “Beberapa anak juga diketahui telah melakukan tindak pidana lebih dari satu kali dan berstatus residivis,” ujarnya.

Diperkirakan anak yang berkonflik hukum itu adalah anak-anak yang putus sekolah dari tingkat SMP dan SMA. Dan ruang lingkup kejahatan mereka kini semakin luas, khususnya kejahatan antarkabupaten dan lintas provinsi. Kualitas barang yang dicuri juga semakin meningkat, antara lain telepon seluler, uang tunai dengan nilai cukup tinggi, dan sepeda motor.

Fatah mengingatkan, agar dalam penanganan hukum kepada para pelaku kriminal anak, harus tetap memperhatikan aspek psikologis, mengedepankan sosialisasi hukum, pendampingan psikologis, pemisahan tempat penahanan, hingga pendampingan pengacara.

“Penanganan masalah kejahatan anak sangat kompleks. Penanganan tanpa diimbangi program terpadu terkait pendidikan, kesehatan, bimbingan psikologis, dan keterlibatan komunitas, akan mendorong kecenderungan untuk mengulangi perbuatannya,” tandas Fatah.

Perisai merekomendasi perlunya koordinasi lintas dinas, khususnya dinas pendidikan, dinas sosial, dan dinas kesehatan, yang bekerja sama dengan aparat kepolisian.

Dengan pendekatan secara integral antara aspek legal, sosial, dan psikologis, diharapkan akan dapat memutus mata rantai keterlibatan anak-anak dalam tindak pidana kriminal.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: