Racun Kuis SMS

Posted on May 11, 2010. Filed under: Feature Remaja |

Ali Ibnu Anwar

Tren yang satu ini banyak orang tak sadar telah menyeret generasi muda dalam jerat setan perjudian. Dampak buruk psikologisnya sangat banyak.

Jaka (19) tak menyangka, hari itu ia mendapat voucher pulsa gratis seharga 200 ribu rupiah. Awalnya ia cuma iseng ikut-ikutan kuis SMS yang saat ini tengah rebak. Keberuntungan mahasiswa sebuah universitas di Yakarta itu, akhirnya menginspirasi teman-temannya untuk turut beradu untung mengikuti kuis SMS. Anggapnya, keberuntungan bisa datang kapan saja, asal mau.

Sementara Primadita (15), remaja yang doyan nonton memenangkan undian nonton gratis film Punk ‘n’ Love, di Platinum XXI fX Sudirman. Hampir serupa dengan Jaka, Primadita mendapat hadiah itu setelah mengikuti kuis SMS yang menawarkan hadiah nonton gratis.

Pengalaman kedua remaja itu, selanjutnya mendorong banyak teman-teman sekolah mereka melakukan hal serupa, berharap untung lewat kuis SMS. Pasalnya, kuis model baru yang kini kian marak, selain hadiah yang ditawarkan cukup menggiurkan, tak jarang pula banyak remaja bisa menggunakan SMS untuk mengenal lebih dekat idolanya, mengetahui ramalan zodiak, juga berkonsultasi dengan beberapa tokoh yang dianggap bisa memberikan solusi masalah yang mereka hadapi.

Sayangnya, banyak kalangan masih kurang menyadari dampak psikologis SMS interaktif yang kian menjamur itu, yang dapat membuat perang otak dalam pikiran para remaja. Pikiran antara kalah dan menang. Apalagi, biaya untuk sekali SMS, minimal merenggut Rp. 2000. Dan setiap kali ada balasan dari provider, otomatis pulsa pengguna juga akan tersedot.

Belum lagi dampak tumbuhnya kebiasaan berjudi di balik tren itu. Karena telah sangat tegas Allah SWT firmankan dalam surah al-Mâ`idah, “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamar, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan.”

Dan tradisi judi yang membodohkan itu bukan hal baru. Dan di zaman modern kini, fungsi teknologi telah banyak beralih dari semestinya. Bukan hanya dapat digunakan untuk kemaslahan, tapi juga kemudharatan.

Di masa Jahiliyah, permainan judi umumnya dilakukan dengan mengumpulkan sepuluh buah anak panah. Setiap panah dibubuhi nama, dengan diikuti 10 orang, yang masing-masing mendapat nomor. Kemudian seorang di antara mereka memasukan panah-panah itu ke dalam sebuah tempat (karung/keranjang), dan panah-panah itu dikocok. Bagi yang namanya keluar, maka akan mendapat bagian sesuai dengan nomor yang dimiliki.

Unsur Judi

Di balik kemasyghulan kaum remaja terhadap demam kuis SMS yang kini tengah membooming, sangat patut untuk dikaji aspek-aspek kemudharatan tren ini, khususnya terkait perjudian.

Kita ambil gambaran seseorang remaja bernama Toni, yang sedang aktif mengikuti kuis SMS mudik lebaran gratis dari salah satu sponsor minuman segar. Dari kebiasaannya ini, ada beberapa hal yang mendorongnya melakukan perjudian:

1. Spekulatif

Ketika Toni mendapat SMS tawaran untuk mengikuti kuis SMS mudik lebaran gratis dari salah satu sponsor minuman segar, ada dua kemungkinan yang muncul dalam pikiran Toni tentang hadiah yang ditawarkan. Pertama, ia akan mendapat tiket mudik gratis dari sponsor atau nominal rupiah berupa pulsa yang bisa ia gunakan untuk melanjutkan taruhan via SMS selanjutnya.

Tentu Toni harus berspekulasi terlebih dahulu sebelum mengikuti kuis tersebut. Dalam berjudi, seorang juga akan melakukan spekulasi terlebih dahulu, bahwa ia akan menerima hadiah yang lebih atau tidak sama sekali.

2. Pihak menang-kalah

Walau setelah pengundian kuis ternyata Toni keluar sebagai pemenang dan memperoleh tiket mudik lebaran gratis, tapi sebelumnya Toni harus mempertaruhkan pulsanya. Dalam kasus ini, Toni menjadi pemenang dan tentunya peserta lainnya harus menerima kekalahan dan merugi pulsanya.

3. Pertaruhan

Setiap kali mengirimkan jawaban untuk sebuah pertanyaan yang dilontarkan sponsor, pulsa Toni akan tersedot Rp. 2000. Semua dana dari SMS yang Toni keluarkan merupakan pertaruhan nominal rupiah yang diambil dari pulsa ponselnya. Dengan kata lain, Toni telah mempertahuhkan benda milikinya, untuk mendapatkan sesuatu yang dinilai lebih besar dari yang ia pertaruhkan.

4. Bandar

Sponsor minuman segar menawarkan hadiah kepada Toni dan para pemilik nomor ponsel untuk ikut kuis SMS mudik lebaran gratis. Penawaran hadiah yang menggiurkan itu menjadikan sponsor sebagai bandar, yang tentunya berharap dapat meraup keuntungan besar dari para pengikut kuis.

5. Barang taruhan

Hadiah berupa tiket mudik lebaran gratis menjadi barang taruhan yang diperebutkan banyak peserta kuis lain. Dan banyak peserta mengharap akan mendapatkan hadiah yang sama. Ketika nomor undian mereka tidak keluar sebagai pemenang untuk mendapat barang taruan itu, harapan mereka pun sia-sia.

“Hadiah” yang ditawarkan dalam bentuk ini, sangat bertentangan dengan hadiah yang dimaksud Syari’at Islam, yaitu pemberian tanpa pamrih dari si penerima, dan diberikan karena upaya menghargai atau mencintai. Barang yang dihadiahkan juga harus hak milik si pemberi yang sah dan halal.

Sementara kuis SMS atau lomba, atau apapun istilahnya, kebanyakan dimulai dengan “uang pendaftaran” atau “taruhan”. Hakikat “hadiah” yang diperebutkan juga merupakan barang hasil taruhan dari proses perjudian yang dilakukan.

Sadar atau tidak, calon peserta harus mempertaruhkan pulsa yang dimilikinya untuk mengikuti proses seleksi keberuntungan melalui tahap pengundian. Walau cara mendapat “hadiah” tersebut direkayasa dengan pertanyaan ilmiah, tapi esensinya sama, para peserta berjudi untuk mendapatkan nomor undian.

Boks 1

Dampak Judi

Ada beberapa alasan kebiasaan berjudi sangat berdampak negatif. Pertama, kebiasaan berjudi akan menimbulkan ketagihan (adiksi). Pengaruh ketagihan judi, sama buruknya dengan ketagihan narkotika, yang semakin digunakan akan semakin nikmat dirasa, namun sebenarnya semakin mematikan.

Para penjudi yang kalah, mereka akan kian penasaran, dan ingin memenangkan kembali uang mereka yang telah hilang. Semakin mereka main, maka akan semakin habislah uang mereka. Dan setelah itu, hanya penyesalan dan kesengsaraan yang tersisa.

Bagi mereka yang menang judi, mereka akan semakin ketagihan. Karena menganggap mereka mudah untuk memperoleh uang. Akibatnya, mereka akan semakin asyik berjudi, sampai suatu saat mengalami kekalahan. Efeknya? Akan timbul rasa penasaran untuk terus berjudi.

Kedua, penjudi yang kalah, akan mengalami banyak dampak psikologis. Seperti gangguan kejiwaan (gila), hingga kecenderungan untuk bunuh diri. Dampak sosial yang ditimbulkan juga tak kalah hebat. Akibat kehilangan harta dalam waktu singkat, penjudi cenderung akan menghalalkan segala cara untuk menebus kekalahannya. Mulai dari korupsi, penipuan, sampai tindak kekerasan seperti perampokan dan lain-lain.

Ketiga, perkembangan mental dan moral keluarga juga menjadi korban yang paling menyedihkan dari judi. Perilaku orangtua penjudi sebagai panutan akan berdampak buruk pada anak. Belum lagi kesejahteraan dan keharmonisan keluarga yang akan terabaikan. Dampaknya, kekerasan dalam rumah tangga akan terjadi, yang berujung pada kehancuran dalam rumah tangga.

Keempat, judi akan membuat pelakunya menjadi pemalas. Penjudi selalu ingin mendapatkan sesuatu dengan cepat dan mudah, tanpa berusaha dan bekerja keras. Padahal, umumnya tak ada orang yang akan hidup senang karena berjudi, kebanyakan penjudi justru hidupnya selalu melarat.

Boks 2

Hipnoterapi Kecanduan Judi

Menurut Indra Majid, Ketua Asosiasi Hipnosis Indonesia dan hipnotherapis berpengalaman, berjudi sangat mengancam pelakunya untuk terus melakukan perjudian. Dengan kata lain, judi bisa menyebabkan penyakit kecanduan.

Sama halnya dengan kecanduan belanja, bermain game, dan internet, berjudi juga merupakan kecanduan psikologis yang murni disebabkan pengondisian, pengaruh lingkungan atau karena terbiasa melakukan sesuatu berulang-ulang. Berbeda dengan kecanduan rokok, minuman keras (alkoholik), mengunyah permen karet, kecanduan minuman cola atau bersoda, dan kecanduan makanan atau minuman lainnya, yang lebih kecanduan yang bersifat psikologis.

Tapi, adakalanya kecandua judi bisa menjadi adiksi (ketergantungan) bagi pelakunya. Biasanya, para penjudi akan merasa sulit untuk berhenti berjudi meski ia selalu kalah dalam permainan itu. “Kalah penasaran, dan menang akan ketagihan,” tegas konsultan pribadi dan trainer hipnoterapi itu. Penjudi akan selalu “terpanggil” untuk berjudi ketika memegang uang, meskipun bukan uangnya sendiri. Dan mereja akan rela berbohong, berhutang, menjual barang-barang berharga hingga yang bukan milik pribadinya untuk berjudi.

Penyakit ini, imbuh Indra, bisa diatasi dengan metode hipnoterapi yang ia pakari. Hipnoterapi adalah suatu teknik terapi pikiran menggunakan hipnotis. Sedangkan hipnotis bisa diartikan sebagai ilmu untuk memberi sugesti atau perintah kepada pikiran bawah sadar. Orang yang ahli dalam menggunakan hipnotis untuk terapi disebut hipnotherapis.

Dengan hipnotis, seseorang akan mengalami kondisi relaksasi pikiran yang biasanya disertai relaksasi tubuh, seperti rileksasi tubuh menjelang tidur di malam hari. Ketika seseorang dihipnotis, ia akan merasakan seluruh tubuh rileks, pikiran fokus, perasaan damai, namun tetap bisa mendengar suara di sekitarnya.

Karena hipnoterapi adalah ilmu untuk mengeksplorasi kekuatan pikiran, maka segala masalah yang berkaitan dengan pikiran dan perasaan bisa dibantu dengan hipnoterapi. Termasuk kecanduan berjudi. “Kunci perubahan ada di pikiran bawah sadar. Anda bisa menjadi apapun yang Anda inginkan, asalkan Anda bisa merubah program yang ada di pikiran bawah sadar Anda,” tandas Indra.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: