Sukses Besar Kepribadian Unggul

Posted on May 11, 2010. Filed under: Interview |

Dr. A Hanief Saha Ghafur, M.Si

Pakar Manajemen Mutu Pendidikan

dan Dosen Pascasarjana Kajian Islam dan Psikologi UI

Jika seseorang ingin cepat menggapai sukses dan prestasi besar, ia harus memasuki sebuah sistem atau organisasi, yang dapat mengantarkan menggapai harapan. Menurut pakar manajemen mutu pendidikan dan dosen pascasarjana Kajian Islam dan Psikologi UI Dr. A Hanief Saha Ghafur, M.Si, salah satu faktor penentu kesuksesan dan prestasi seseorang adalah kepribadian unggul dengan berkarakter perfect dalam segala hal.

Berikut petikan lengkap wawancara dengan pria kelahiran Probolinggo, Jawa Timur, 28 Desember 1960 itu untuk pembaca Majalah Qalam.

Bagaiamana Anda memaknai sukses?

Umumnya kita sudah memiliki jiwa sukses, meski kecil. Maka, saat kita ingin sukses dan mendapat keberhasilan yang sangat besar, jadikanlah kesuksesan yang kecil itu sebagai back up kesuksesan besar kita. Tak mungkin ada prestasi besar tanpa dukungan kesuksesan-kesuksesan kecil.

Dalam al-Qur`an surah al-Insyiqâq [84] ayat 19 disebutkan, “Latarkabunna thabaqan ‘an thabaqin.” Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).

Untuk itu, biasakanlah meraih prestasi besar dari dukungan sukses-sukses kecil secara bertahap.

Apa beda sukses dengan prestasi?

Sukses berasal dari bentuk keberhasilan yang kecil. Adapun prestasi adalah keberhasilan yang besar. Jika ada sebuah prestasi besar tanpa didahului dan didukung sukses-sukses kecil secara bertahap, maka prestasi besar itu akan cepat rontok dan mudah ambruk.

Banyak orang di sekitar kita mendapatkan prestasi besar, menduduki jabatan-jabatan tertentu, tanpa punya pengalaman. Misalnya, ada seseorang yang langsung menjadi rektor tanpa menjadi dosen atau staf dosen, bahkan belum punya pengalaman sama sekali dalam bidang pendidikan. Perguruan tinggi yang dipegangnya tentu akan berjalan tidak stabil.

Contoh lain, pejabat yang langsung memegang jabatan penting dalam kabinet negara tanpa pengalaman. Tak lama kemudian, jabatan yang dipegangnya akan berjalan amburadul. Jangankan mengembangkan prestasi, untuk mempertahankan prestasi sebelumnya saja ia tak bisa.

Penyebabnya?

Control management harus dimiliki pemimpin dengan sangat baik. Sehingga ia dapat mengendalikan derasnya kekuatan dan pikiran. Kita harus meraih sukses-sukses kecil, baru kemudian sebuah kesuksesan besar. Karena, sukses-sukses kecil itu bagai pondasi yang kuat, penyangga gedung atau bangunan.

Walau Allah SWT dapat berkehendak untuk melakukan suatu perubahan tiba-tiba pada seseorang, namun Allah juga menyatakan bahwa Dia tak akan mengubah suatu kaum, kecuali dengan usaha kaum itu sendiri.

Begitu pula dengan para Nabi. Allah memberi mukjizat kepada mereka, sebagai bukti kekuasaan-Nya yang bisa mereka gunakan dalam menyiarkan agama Allah. Dan mereka (para Nabi) tidak mencapai kesuksesan (dalam menyiarkan agama Allah), kecuali setelah mereka mengalami beberapa, bahkan berpuluh-puluh kali kegagalan.

Contohnya?

Meski Rasulullah SAW adalah Nabi besar yang sukses menyiarkan Islam ke seantero dunia, namun tidak berarti beliau langsung mendapat kesuksesan. Beliau harus melewati berbagai cobaan, hinaan, dan ancaman dari kaum Quraisy. Beliau mengalami berkali-kali kegagalan. Bahkan beliau juga pernah beberapa kali menyesali kegagalannya. Namun, kegagalan-kegagalan yang beliau alami, dijadikan back up untuk meraih sukses besar di kemudian hari.

Sayangnya, sering daya upaya yang telah kita lakukan kadang tidak sebanding dengan bukti nyata keberhasilan yang kita gapai. Maka, dalam surah adh-Dhuha Allah menegaskan, “Mâ wadda’aka rabbuka wamâ qalâ (Aku –Tuhanmu- tak akan meninggalkan kamu). Walal `âkhiratu khairun laka minl-`ûlâ (Dan sesungguhnya nilai akhir -dari perjuanganmu- lebih baik dari apa yang kamu capai sekarang.”

Ayat ini menegaskan bahwa strategi dan dimensi jangka panjang, jauh lebih baik daripada yang temporal, sesaat, dan instan.

Apa yang perlu dilakukan untuk meraih sukses?

Wajib bagi kita untuk berpikir panjang, jangan kita hanya melihat realitas saat ini. Kita harus yakin dengan apa yang telah kita lakukan dan perjuangkan. Karena perjuangan kita adalah strategi untuk jangka panjang kita.

Hal itulah yang dimaksud dengan ayat di atas (Walal `âkhiratu khairun laka minl-`ûlâ). Yang strategis itu lebih baik daripada yang temporal dan instan.

Al-Qur`an juga telah memberi banyak kunci keberhasilan. Di antaranya: memiliki kepribadian unggul, semangat juang dan jihad yang tinggi, perencanaan yang baik, daya saing, percepatan optimal untuk menggapai sukses, kemampuan yang saling sinergis antara perantara, sistem, dan organisasi yang mengantar pada tujuan.

Seberapa penting sistem atau organisasi dapat menunjang kesuksesan?

Jika Anda ingin cepat menggapai kesuksesan dan mempunyai prestasi besar, Anda harus memasuki sebuah sistem atau organisasi. Keduanya dapat mengantarkan Anda untuk menggapai kesuksesan dan prestasi yang besar.

Contohnya, mungkin Anda seorang yang tidak terlalu pintar, namun jika Anda menjadi dosen di Universitas Indonesia (UI), maka Anda akan diantarkan oleh organisasi ini untuk muncul lebih bagus. Karena Anda akan terangkat dengan nama besar UI.

Jika Anda menjadi dosen di suatu universitas swasta, Anda juga dapat menggapai kesuksesan. Namun Anda harus memacu percepatannya dengan usaha tinggi agar menggapai sukses. Dalam al-Qur`an dijelaskan, “Wabtaghu ilaihil-wasîlah.” Carilah oleh kalian jalan yang kalian tuju.

Faktor lainnya?

Faktor lain yang dapat membantu kesuksesan Anda adalah struktur kepribadian yang unggul. Semua orang dapat menjadikan dirinya berkepribadian unggul, walau ia biasa-biasa saja. Karena sesungguhnya manusia diciptakan dengan kemampuan yang tak terbatas.

Kepribadian adalah sekumpulan sifat dan karakter-karakter yang menjadi ciri khas kepribadian (syakhsiyyah) seseorang yang dapat dibedakan dengan orang lain. Kepribadian seseorang jelas berbeda dengan lainnya, dan tak akan pernah sama walau dilahirkan kembar, diberi pendidikan yang sama, atau tumbuh dalam lingkungan yang sama sekalipun.

Kepribadian, karakteristik, dan ritme percepatan setiap orang dalam menggapai sebuah kesuksesan, tetap berbeda.

Maksud struktur kepribadian unggul?

Struktur kepribadian ialah susunan yang menggambarkan hubungan antara unsur yang ada pada kepribadian itu sendiri. Kepribadian seseorang itu berbeda-beda. Ada yang memiliki pola pikir yang baik, ada pula yang tidak. Ada yang memiliki kecerdasan emosional namun IQ-nya kurang, dan lain sebagainya.

Struktur kepribadian unggul adalah susunan dari sifat-sifat yang mengambarkan hubungan prioritas-prioritas kuat dalam mencitrakan mutu dan keunggulan dalam kepribadian.

Jadi, dalam kepribadian kita ada gambaran prioritas-prioritas kuat atau susunan-susunan kuat yang mencitrakan mutu dan keunggulan. Dan itu tak sama dengan orang lain. Setiap orang memiliki perbedaan.

Orang yang memiliki pribadi yang unggul, cenderung memiliki karakter perfect dalam segala hal. Ia ingin melakukan segala yang dikerjakan dengan sempurna. Dan struktur kepribadian inilah yang akan menata endogen dengan kekuatan yang ada untuk menjadi potensial kekuatan dalam meraih sukses dan prestasi. (tsp)

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: