Terus Berjuang

Posted on May 11, 2010. Filed under: Tausiyah |

KH. Bahri As’ad, S.Pd.I

Mencermati peristiwa hijrah Rasulullah SAW beberapa abad lalu, paling tidak dapat kita melihat dari dua aspek: akidah dan sosial. Secara akidah, peristiwa hijrah bukan dilandasi rasa takut Rasulullah terhadap ancaman kaum kafir Quraisy, atau tak tahan terhadap caci maki dan cercaan mereka.

Bukan pula karena melarikan diri dari perjuangan, apalagi tersingkir karena kalah. Hijrah beliau semata karena melaksanakan perintah Allah SWT untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, dan mentauhidkan-Nya.

Dari aspek sosial, hijrah menjadi salah satu upaya membangun ukhuwah islamiah, membangkitkan semangat tolong menolong dan gotong royong, serta menciptakan lingkungan kondusif untuk mewujudkan masyarakat yang damai, aman, tentram, dan diridhai Allah.

Keterpaduan dua aspek ini, dapat terlihat dari langkah-langkah yang beliau ambil setibanya di Madinah. Pertama, membangun ukhuwah antara kaum Anshar dan Muhajirin. Ini dilakukan untuk menghimpun dan menyatukan potensi umat sebagai modal dasar membangun masyarakat. Usaha ini digalakkan dalam semua jalur kehidupan yang memungkinkan. Seperti pernikahan, ekonomi, hingga tradisi dan budaya.

Kedua, membangun Masjid Quba’ sebagai pusat kegiatan. Di masjid istimewa ini, kaum muslimin beribadah, memperkuat akidah, memperdalam ilmu, memperbaiki akhlak, bermusyawarah, bahkan menyusun strategi perjuangan Islam.

Ketiga, mengadakan perjanjian-perjanjian damai dengan penguasa- penguasa non muslim di sekitar Madinah, dan memperluas jalur-jalur dakwah ke negara-negara tetangga dengan mengirim utusan mengajakan mereka masuk Islam.

Dari pelajar ini, menjadi pilihan tepat untuk menempatkan peristiwa hijrah sebagai titik tolak dimulainya tahun baru umat Islam. Dengan peristiwa hijrah, tergambar sangat gigihnya perjuangan yang pantang menyerah. Dan dengan hijrah garis pemisah antara kebenaran dan kebatilan kian kentara.

Belajar dari peristiwa hijrah, umat Islam dapat meneladaninya dengan terus perjuangan melawan kebatilan, dan bukan lari menghindar. Terlebih, Allah telah menjanjikan jaminan surga bagi para pejuang seperti yang dilakukan kaum Muhajirin, Anshar, dan orang-orang yang mengikutinya.

Orang-orang yang terdahulu masuk Islam di antara orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (Qs. at-Taubah [9]: 100)

Kita sebenarnya juga berhak memperoleh jaminan seperti yang didapat kaum Muhajirin dan Anshar, tentunya jika kita mau mengikuti jejak-jejak mereka melanjutkan perjuangan Rasulullah dan para Sahabatnya. Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: