Ubah Perilaku Pemasaran

Posted on May 11, 2010. Filed under: Feature Bisnis |

Islahuddin

Seorang praktisi pemasaran yang handal, harus bisa merespon keadaan pasar dengan cepat dan tepat. Karena setiap waktu pasti ada tantangannya, dan setiap tantangan pasti memiliki solusi yang bisa dipakai. Apalagi sepanjang tahun 2010, perekonomian diprediksi akan lebih baik daripada 2009.

Prediksi baik itu menumbuhkan optimisme bagi pelaku usaha untuk meningkatkan hasil usaha mereka. Menurut Presiden MarkPlus, Inc. Hermawan Kartajaya, Indonesia sukses menghindari tahun 2009 yang mencekam seperti yang diprediksi banyak orang.

Meski demikian, Hermawan mewanti-wanti bahwa ketidakpastian tetap ada, karena ketidakpastian merupakan sesuatu yang normal (biasa) di era new wave (gelombang baru) seperti sekarang. “The sky looks brighter, however uncertainty is the new normality,” kata Hermawan.

Perubahan lengkap harus terus diawasi, dan pemasar sangat dianjurkan untuk tetap terconnect dengan perubahan apapun. Para marketer juga harus mengerti dan sadar diri bahwa marketing sudah bergeser dari vertikal ke arah horisontal.

Bahkan pada 2012 mendatang, Hermawan memprediksikan legacy marketing sangat mungkin tak lagi terpakai. Maka pada saat itu perlu sejumlah strategi yang sesuai dengan keadaan.

Untuk menyikapinya, setidaknya ada tiga hal yang harus dicermati. Pertama, horizontal marketing akan semakian cocok diterapkan pada 2010. Kedua, perlu adanya connect guna menyongsong tren “horisontalisasi” pada 2010. Dan ketiga, ada tiga tipe connect, yaitu mobile, experiential and social.

Sementara ada tiga level connect yang paralel dengan hal tersebut. yaitu connected, connection dan connectivity. Juga ada cycle of connect yang menggambarkan on-line dan off-line connect yang berkesinambungan.

Market Sasaran

Menurut Hermawan, dari sisi subkultul, saat ini ada tiga subkultul yang sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai sasaran pemasaran. Yaitu: pemuda (youth), perempuan (women), dan jaringan dunia maya (netizen). Saat ini pembuat iklan sudah mulai sadar akan potensi pemuda dan perempuan.

Potensi pemuda misalnya sangat besar. Jika klasifikasi pemuda adalah mereka yang berusia 15 hingga 35 tahun, maka ada sekitar 35% penduduk Indonesia adalah pemuda.

Ada beberapa karakter pemuda yang bisa dimaksimalkan. Seperti 70% pemuda tergolong sebagai pengikut (follower), dengan hal ini maka mereka adalah pasar besar yang bisa dimanfaatkan, apalagi mereka sangat menyukai public figure.

Pemuda juga cenderung menyukai hal baru dan cepat bosan terhadap hal lama. Sehingga produk baru hendaknya menggandeng kalangan ini. Mereka juga suka tampil beda dan tak suka disamakan dengan orang lain, serta suka berkompetisi.

Hal inilah yang membuat potensi pemuda sangat besar. Orang-orang muda ini, di Indonesia memang sudah sering dipakai oleh para marketer untuk mencapai mindshare. Biasanya jika pemudanya bisa disasar, maka pasar yang lain bisa mengikuti. “Pemuda juga menjadi sumber lifestyle. Jika sebuah produk digemari pemuda, akan lebih mudah digemari usia di atas mereka,” kata Hermawan.

Sementara potensi perempuan tak kalah besar. Mereka bisa menjadi marketshare. Selain dari jumlah yang lebih dari 50% populasi masyarakat, perempuan mempunyai kemampuan promosi yang lebih besar.

Hingga tak heran jika kalangan ini secara langsung atau tak langsung terus dimanfaatkan untuk promosi. Misalnya dengan menjadi sales girl atau agen seperti yang dipraktikkan banyak produk sabun dan peralatan kecantikan.

“Perempuan sangat berpotensi menjadi sasaran marketing, karena biasanya mereka membeli bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk keluarga dan orang terdekat,” kata Hermawan.

Sementara netizen saat ini juga sangat berkembang. Jika pada 2000 hanya 1% orang yang akrab dengan dunia maya, maka pada 2008 lalu sudah meningkat menjadi 10%. Memang terbilang masih sedikit, namun dilihat dari perkembangannya hal ini sangat potensial. Apalagi saat ini banyak sekali produk atau wacana yang dengan cepat menyebar melalui netizen.

Low Budget

Karena arus pemasaran yang cenderung horizontal saat ini, semua perusahaan harus mengambil posisi sejajar dengan konsumen. Jangan lagi berada di atas yang akhirnya hanya “menembaki” konsumen dengan produk.

Karena jika hanya itu startegi yang dilakukan, maka di masa mendatang tak menutup kemungkinan produknya akan ketinggalan zaman. “Pada 2010 para marketer ditantang berani untuk beralih kepada horizontal marketing,” kata Hermawan.

Dengan kesejajaran ini, perusahaan akan mudah berkomunikasi, yang akhirnya akan memmunculkan connectivity. Begitu juga dengan iklan-iklan yang mereka layangkan, harus memunculkan komunikasi. Karena marketing pada dasarnya bukan hanya beriklan, namun juga berkomunikasi. Mereka harus mampu berkolaborasi dengan konsumen.

“Kalau sekarang advertising agency hanya bisa membantu orang kesusahan beriklan. Namun ke depan mesti membantu orang untuk kesulitan berkomunikasi,” tambah Hermawan.

Dengan cara ini, promosi yang rendah biaya (low budget) akan lahir. Karena bergaul dengan konsumen tidak memerlukan biaya besar. Hanya butuh usaha yang lebih besar dan menguras tenaga karena harus langsung terjun ke lapangan. Tapi efektifitas promosinya akan besar bagi konsumen, dan jauh lebih kuat daripada beriklan.

Pendekatan Komunitas

Para tenaga pemasaran merupakan ujung tombak perusahaan. Mengingat pentingnya pemasaran dalam mengemas sebuah produk, MarkPlus Inc bekerjasama dengan Indonesia Marketing Association (IMA) memilih sejumlah marketer terbaik 2009.

Marketer of the Year Indonesia 2009 dianugerahkan kepada CEO Garuda Indonesia Emirsyah Satar. Di bawah kepimpinannya, maskapai penerbangan nasional ini bisa melewati tahun lalu dengan gemilang.

Garuda berhasil membangun brand bahwa mereka yang terbaik. Kenyamanan, keamanan pelayanan dan ketepatan waktu adalah brand yang berhasil diciptakan Garuda. “Bahkan saat ini kelas eksekutif yang menjadi andalan Garuda selalu penuh, apalagi pada saat-saat pick season,” ujar Hermawan.

Sedangkan di sektor pemerintah (government) Dirjen Pemasaran Departemen Pariwisata Sapta Nirwandar dianugerahi penghargaan yang sama. Menurut Sapta, saat ini pihaknya sedang menggenjot pemasaran pariwisata kepada sejumlah negara. Setiap negara tujuan promosi didekati dengan pendekatan yang beragam, tergantung pariwisata favorit yang biasa mereka nikmati.

Sapta mencontohkan, orang Korea lebih senang dengan wisata olahraga golf, maka wisata itu yang ditonjolkan kepada mereka.

Sapta menargetkan Indonesia akan kedatangan tujuh juta wisatawan. Dalam mengejar target itu ia akan merangkul semua komunitas yang ada di negara tujuan promosi. Pendekatan komunitas ini menurutnya sangat penting, karena calon wisatawan didekat dengan cara horizontal bukan vertikal yang hanya mencokoki mereka dengan iklan.

Ia mencontohkan pendekatan komunitas yang dilakukan kepada masyarakat Singapura. Penduduk di negara kecil di kawasan Asia Tenggara itu terdiri atas empat kategori besar, yaitu Melayu, China, India dan ekspatriat. Masing-masing golongan akan didekati dengan pendekatan berbeda, dan mengintensifkan komunikasi. ”Kita akan menggunakan marketing horizontal,” ujar Sapta kala mendapatkan penghargaan sambil mengenakan pin bertuliskan “Vote Komodo”.

Menurut Presiden MarkPlus Hermawan Kertajaya, upaya Sapta mempromosikan pariwisata Indonesia dilakukan dengan biaya kecil namun banyak cara, sehingga hasilnya cukup optimal. Biaya promosi pariwisata Indonesia pada 2009 hanya sebesar Rp 450 miliar. Setelah masa krisis, ukuran ini cukup baik. Pada periode Januari hingga Agustus 2009, terdapat kenaikan kunjungan sebesar 1,6%.

Sementara Malaysia dengan biaya promosi yang jauh lebih besar dari Indonesia hanya mengalami kenaikan 2,5%. Namun dengan dana yang minim itu promosi wisata Indonesia cukup efektif. ”Dengan low budget ia bisa menghasilkan high impact,” jelas Hermawan.

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

One Response to “Ubah Perilaku Pemasaran”

RSS Feed for QALAM MAG Comments RSS Feed

100% saya setuju…


Where's The Comment Form?

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: