Mengenali Bakat Anak

Yayah Hidayah M.Psi.

Anak adalah titipan Allah SWT yang harus dijaga pertumbuhan dan perkembangnnya. Sayangnya, banyak orangtua yang masih “awam” tentang cara mendidik amanah dari Allah itu agar menjadi generasi yang baik dan unggul. Banyak sekali orangtua yang sementara ini masih suka “memaksa” agar anaknya menjadi sesuatu yang diinginkan orangtua, tanpa peduli dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki anak.

Andai orangtua bisa mengenali bakat anaknya sejak dini, hasil yang lebih baik dari kemampuan anak dapat dikembangkan. Dan tentunya kelak akan bermanfaat bagi pengembangan kehidupan si anak sendiri.

Dalam upaya mengenali dan mengembangkan bakat anak sedini mungkin, ada beberapa cara yang patut diperhatikan para orang tua: Pertama, mengenalkan bakat. Sebab pada dasarnya, bakat apapun yang ada pada anak bisa digali. Untuk menggalinya, orangtua dapat memulai dengan pengenalan terhadap bakat yang diinginkan orangtua sendiri.

Contohnya, jika kita ingin anak kita menyukai buku, atau pintar menggambar, suka musik, dan berbagai kegiatan seni lainnya, kita dapat mulai mengenalkannya dengan buku, alat gambar, intrumen musik atau seni terlebih dahulu. Tahap pengenalan ini bisa dilakukan sejak anak mulai bisa interaksi, yaitu sekitar usia 0-3 tahun, atau seterusnya.

Kedua, mengamati bakat anak. Bila kita ingin menggali bakat anak yang belum jelas hendak diarahkan ke mana, kita bisa mengamati kecenderungan yang muncul pada anak. Buatlah catatan tentang kemajuan anak, hingga kita memiliki referensi yang jelas untuk mengarahkan terjadi dan munculnya bakat anak kita.

Ketiga, memberi respon terhadap bakat anak. Setelah memiliki data, maka kita akan menemukan kecenderungan yang muncul dari anak. Langkah selanjutnya adalah memberinya respon dan perhatian. Sebab, merespon dan memberi perhatian pada minat anak, akan sangat membantu memunculkan minat dan bakat yang memang diinginkan anak.

Keempat, membantu tumbuh dan berkembangnya bakat anak. Untuk upaya ini, orangtua harus menyediakan waktu yang cukup bersama anak. Ketika anak meminta dibuatkan gambar, misalnya, berusahalah untuk bisa memenuhi keinginannya itu. Sebab, permintaan anak terhadap sesuatu, menunjukkan wujud kecenderungan dan ketertarikannya pada hal-hal tersebut. Tidak ada alasan jika orangtua tidak bisa menggambar, atau karena sibuk bekerja ia tidak memperhatikan kecenderungan anak.

Kelima, memberi anak penghargaan. Bila anak berbuat sesuatu yang baik sekecil apapun, pujilah ia dengan kata-kata bagus, indah atau mengagumkan. Penghargaan ini positif untuk menyemangati anak agar terus berkarya. Dan dengan dipuji, anak akan merasa sangat senang, dan terdorong untuk melakukan sesuatu. Sebab, anak memang cenderung dan suka dipuji, didukung dan diberi dorongan, terlebih oleh orang-orang terdekatnya.

Keenam, memupuk bakat anak. Bakat harus dipupuk. Karena bakat anak tidak langsung terlihat atau langsung jadi. Untuk itu, kecenderungan dan ketertarikan anak pada sesuatu yang bernilai positif, perlu dipupuk, agar bakat yang sesungguhnya ia sukai benar-benar teridentifikasi.

Ketujuh, ikut berkarya bersama anak. Agar anak termotivasi, orangtua harus menyediakan waktu untuk berkarya bersama anak-anaknya. Dengan keberadaan orangtua, anak akan senang, dan merasa tentram. Jika suasana hati mereka senang dan tentram, maka mereka akan mudah mengekpresikan bakatnya yang terpendam sekalipun.

Kedelapan, memberi dukungan dan melengkapi sarana. Bila bakat anak sudah terlihat, maka berilah ia dukungan sebagai penunjang bakatnya. Lengkapi kebutuhan atau saran penunjangnya. Tak harus mahal atau bagus, semuanya bisa disiasati. Misalnya, jika anak sudah memperlihatkan bakat untuk menggambar, maka berilah ia pensil warna dan kertas ala kadarnya yang ada di rumah.

Kesembilan, waspada. Orangtua perlu waspada dalam menggali dan menemukan bakat anak. Sebab, seorang anak kecil belum bisa membedakan mana hal yang baik dan buruk. Tugas orangtua adalah menghindarkan anak dari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, dalam kasus anak yang hobi menggambar, hindarkan ia dari dokumen-dokumen penting, agar tidak digambari atau dicoret-coret hingga rusak.

Kesepuluh, mengembangkan bakat anak. Mengamati kecenderungan harus dimengerti adanya kecenderungan bahwa bakat anak akan terus berkembangnya. Karena memang pada dasarnya semua anak ingin untuk terus berkembang. Agar bakat anak tidak hilang, maka kembangkanlah bakat yang dimilikinya.

Banyak cara yang bisa dilakukan. Misalnya, memanfaatkan potensi yang dimiliki anak untuk dikembangkan dalam wujud nyata. Jika anak Anda suka menggambar, manfaatkan potensinya itu untuk membuat hiasan pada tas yang Anda jahitkan untuknya. Atau, membuatkan untuknya kartu bermain yang dapat digunakannya sebagai pajangan unik menggunakan gambar karyanya.

***

Jika kita mampu menggali bakat anak sejak dini, tentu kelak akan kita rasakan potensinya yang terus berkembang. Dengan mengenali bakat anak sejak dini, cara kita mempergauli anak akan menjadi beda. Hingga cara pandang anak terhadap kehidupan juga akan berbeda, dan ia akan dapat menikmati hari-harinya yang indah.

Dus, ia akan menjadi anak yang ceria. Karena tiap hari ia bisa menyalurkan energi yang dimiliki untuk mengaktualisasikan segala keinginannya. Hari-harinya tentu akan dihiasi kesenangan hati, di samping ia akan tahu cara memanfaat waktu sedini mungkin.

Dengan mengenali bakat anak sejak dini, kewajiban orangtua untuk mengawal, mendidik, mengembangkan bakat dan minat anak, bisa dijalankan. Sehingga anak bisa menemukan jati dirinya sedini dan sebaik mungkin, tentunya dengan pantauan orangtua. Amanah Allah pun telah orangtua jalankan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: