Fokus dalam Usaha

Arif Ismanto, S.Kel

Pengagum mind psychology, sebuah studi tentang psikologi pikiran manusia. Pegiat lembaga keuangan dan pendidik.

Memiliki sebuah usaha yang besar dan berhasil, tentu idaman semua orang. Baik orang yang sudah memiliki usaha ataupun belum. Itu merupakan sebuah sifat bawaan manusia yang turun temurun. Dengan usaha, seseorang bisa mengokohkan perekonomian maupun kewibawaan status sosialnya di masyarakat. Orang lain juga akan lebih menghargai jika kita memiliki sebuah usaha besar yang bisa mengayomi orang banyak.

Namun, memiliki sebuah usaha besar dan berhasil, tak akan serta merta didapat. Ada banyak kendala yang akan menghadang. Apalagi bagi kalangan yang baru membuka usaha. Keadaan untuk mencapai BEP (break event point=keadaan impas) membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Usaha yang baik, tentunya memiliki nilai jual di mata masyarakat. Atau memiliki tempat di hati masyarakat sebagai sebuah brand, imej atau merek. Nama tertentu akan identik dengan produk tertentu. Semisal ketika mendengar kata Ferrari, orang akan mengidentikannya dengan mobil mewah yang hanya orang dari kalangan elit yang bisa memilikinya. Tentu dengan segala kelebihan mobil tersebut dibanding mobil pasaran lainnya.

Atau semisal Intel, orang pasti akan beranggapan bahwa sebuah prosesor multi yang sangat dahsyat kualitasnya dalam sebuah komputer. Atau juga Coca-Cola sebagai contoh minuman yang sudah memiliki hati di masyarakat sebagai minuman dunia, karena hampir di semua negara dapat dijumpai minuman ini. Dalam bidang pendidikan di Indonesia contohnya ada yang nama Primagama, sebuah lembaga pendidikan privat yang berkualitas. Semua orang sudah menerima akan hal itu.

Serius Bukan Sambilan

Untuk merintis usaha baru, kita harus belajar dari nama-nama popular di atas yang sebenarnya memiliki kesamaan strategi dalam mengelola usahanya.

Pertama, promosi dan promosi. Mereka, walau sudah memiliki nama, tapi terus dan terus mengadakan promosi. Atau dalam kata umum disebut iklan. Tak ada kata berhenti dalam beriklan mereka. Bahkan untuk sebuah iklan, mereka rela menghabiskan ratusan juta rupiah, bahkan milyaran.

Kedua, inovasi. Sebuah kata yang selalu harus ada. Kalau dalam usaha tak pernah ada inovasi, maka tentu tak akan berkembang. Dalam inovasi, akan selalu dilakukan perbaikan kualitas dari produk, sehingga semakin bermanfaat untuk masyarakat.

Ketiga, privatisasai atau spesifikasi dalam bidang. Seperti Ferrari yang psesifik dalam usaha mobil, Intel spesialis prosesor, Coca Cola dalam bidang minuman, atau Primagama sebagai lembaga pendidikan privat.

Keempat, pelayanan. Pelayanan yang baik (prima), tentunya akan menambah pelanggan, dan mereka pun akan selalu mengingat baiknya pelayanan kita.

Jadi, langkah apa yang harus diperhatikan untuk memulai sebuah usaha, apa lagi jika kita belum memiliki modal yang besar? Jawaban pertama tentunya adalah kesiapan si pemilik usaha untuk memperjuangkan usahanya. Ia harus rela menghabiskan waktu untuk memperbesar usaha. Tapi sayangnya yang kerap menjadi kendala umum masyarakat Indonesia adalah kecenderungan untuk menjadikan usaha hanya sebagai sambilan. Atau ‘nyambi’ begitu katanya.

Mengatakan usaha yang dilakukan sebagai sambilan, adalah salah besar. Sebab yang harus dilakukan adalah: Fokus dan fokus! Coba bayangkan, kertas tak akan pernah bisa terbakar kalau tidak ada suryakanta. Dengan suryakanta, cahaya matahari bisa terfokuskan pada satu titik, sehingga panasnya terkumpul, dan akhirnya bisa membakar kertas.

Demikian pula dalam sebuah usaha yang harus dilakukan dengan fokus. Si pemilik usaha harus siap mencurahkan segala kemampuannya untuk menjadi usahanya sebagai nomor satu dari segalanya. Juga harus mau mengerahkan segala potensi yang ada untuk mengembangkan usaha seperti yang diinginkan.

Modal bukan semata-mata berupa finansial. Tapi ruh dan semangat juga harus ada. Seperti kata Aa Gym (Aa Gym Apa Adanya, 2003), kiat suksesnya mengelola bisnis bukan berkat finansial semata, tapi keyakinan akan janji Allah, kegigihan dalam berikhtiar dan menjadi orang yang terpercaya atau kredibel.

Sebagai contoh, bagaimana mengelola usaha tempat kursus privat pendidikan yang harus berjuang mempromosikan usahanya lewat berbagai media. Baik selebaran, brosur, spanduk, iklan di koran atau televisi, rapat orang tua murid, komite sekolah, atau apa saja.

Selain itu, secara spesifik promosi juga harus digunakan. Pemilihan waktu yang tepat juga sangat mempengaruhi efektivitas sebuah promosi. Semisal dalam pembagian rapor, atau ketika menginjak masa ujian. Pada saat momen seperti ini, promosi yang ada harus lebih gencar promosi dari biasanya.

Sebagai pengalaman, penulis membantu sebuah usaha Privat Belajar yang pemiliknya sangat gencar memperjuangkan lembaganya. Dari brosur, selebaran, spanduk, maupun segalanya ia gunakan untuk promosi. Terbukti, sampai sekarang usahanya masih berjalan. Tanpa modal dari bank pun ia bisa! Demikian jawabannya. Tentu, asal sudah memiliki sedikit dana operasional untuk menjalankan usaha. Kalau itu sudah ada, modal dari bank akan menjadi modal nomor sekian.

Yang menjadi masalah kebanyakan orang adalah usaha yang mereka lakukan cenderung hanya sekedar iseng dan tidak memiliki mood menekuninya. Padahal, dalam pengelolaan sebuah usaha, butuh keseriusan dan perjuangan. Usaha tak akan berhasil tanpa rasa senang akan usaha yang dijalankan. Maka dari itu, nikmati masa-masa perjuangan yang tengah dilalui, dan pada saatnya kelak pasti akan menenemukan masa panen, dan rasa puas terhadap hasil usaha akan terwujud.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: