Simpang Siur SNMPTN

Banyak perubahan sistem dan kebijakan dalam sistem pendidikan kita yang membingungkan masyarakat. Salah satunya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Bagaimana mengatasinya?

Sebut saja namanya Bunga. Siswi kelas tiga SMA di Jakarta itu benar-benar bingung menentukan pilihan perguruan tinggi yang akan dimasukinya selepas SMA. “Pusing juga mau pilih yang mana,” ujarnya.

Kebingungan calon mahasiswa seperti Bunga, berpangkal dari bertambahnya jenis ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Dulu, masyarakat hanya mengenal satu ujian masuk, yakni Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru), yang kemudian berganti nama menjadi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Semua calon mahasiswa baru PTN disaring secara terpadu lewat ujian itu secara nasional.

Tapi sekarang, kuota penerimaan dari jalur ini melorot hingga tinggal belasan persen. Bahkan, sejumlah PTN hanya memberi porsi di bawah 10 persen. Jatah kursi mahasiswa baru, kini lebih banyak diisi dari peserta ujian yang diadakan secara mandiri oleh setiap PTN. Tempat ujian juga bermasalah, karena harus digelar di kota tempat universitas itu berada.

Universitas Indonesia (UI), misalnya. Untuk tahun akademik 2009/2010, selain menggelar SNMPTN, UI juga membuka beberapa jalur penerimaan mahasiswa baru. Antara lain Seleksi Masuk UI (Simak-UI). Direktur Corporate Communications UI, Firmanzah PhD. menjelaskan, Simak-UI merupakan ujian seleksi terpadu yang dikelola secara mandiri oleh UI.

“Simak UI merupakan seleksi yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia untuk seluruh program pendidikan yang ada di UI. Mulai program vokasi (diploma 3), sarjana reguler, sarjana kelas paralel, profesi, magister hingga program doktor,” papar Firmanzah.

Simak UI merupakan jalur seleksi yang memiliki porsi penerimaan terbesar dibandingkan semua jalur seleksi lain, yaitu sebesar 56 persen. Selebihnya atau 44 persen mahasiswa akan ditentukan melalui jalur-jalur penerimaan lainnya. Antara lain, SNMPTN, program Kerja Sama Daerah dan Industri, Olimpiade Sains, Atlet Berprestasi, Seniman Berprestasi, dan program Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar (PPKB).

Firmanzah mengungkapkan, ada alasan tersendiri kenapa Simak UI mendapat jatah yang paling besar. Antara lain, karena jalur ini merupakan seleksi yang sepenuhnya dilakukan oleh UI. Mulai dari pembuatan soal, penyelenggara, pengawas, hingga pemeriksa dan penilai. “Kami merasa lebih yakin dengan jalur seleksi ini karena kami berperan di seluruh proses seleksi,” papar Firmanzah.

Di samping itu, jalur penerimaan mahasiswa baru ini dinilai memiliki kelebihan lain. Yaitu lebih efektif dan efisien. Karena calon mahasiswa hanya perlu membeli satu formulir pendaftaraan untuk beberapa program studi. Calon mahasiswa pun tidak harus datang ke UI untuk mengikuti ujian. Karena UI bekerja sama dengan panitia lokal di 33 provinsi di seluruh Indonesia. Ujian Simak UI dilakukan secara serentak pada tanggal 1 Maret 2009, mulai Banda Aceh hingga Jayapura. Untuk pendaftaran pun cukup dilakukan melalui internet.

Lulusan Pesantren

Konsep yang sama juga dikembangkan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UINJ), yang mengembangkan tiga jalur penerimaan mahasiswa baru. Yaitu Program Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK), ujian mandiri, dan SNMPTN. Sebanyak 20 persen mahasiswa baru UINJ akan diseleksi melalui jalur PMDK. Jumlah ini setara dengan porsi yang diberikan untuk jalur SNMPTN. Sisanya, atau sebesar 60 persen, diberikan untuk penerimaan mahasiswa jalur mandiri.

Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UINJ, Drs Abdul Somad, MA menjelaskan, pemberian porsi terbesar kepada jalur mandiri karena merupakan jalur yang sepenuhnya dijalankan oleh kampus. Dengan begitu, hasilnya pun dapat dipertanggungjawbakan sepenuhnya.

Alasan lainnya, tambah Abdul, dalam seleksi mandiri ada seleksi membaca al-Qur’an. “Membaca al-Qur`an merupakan kemampuan yang wajib dimiliki oleh mahasiswa UIN. Jika porsi terbesar kami berikan melalui jalur mandiri, maka bisa dipastikan sebagian besar mahasiswa baru UINJ sudah bisa membaca al-Qur’an,” ujar Abdul.

Sementara jalur PMDK diberikan kepada siswa yang mendapat ranking satu hingga tiga terbaik di SMU, MA, dan pesantren unggulan di seluruh Indonesia. Biasanya, ada sekitar 500 sekolah dan pesantren yang diundang. Namun yang kemudian diterima tidak mencapai setengahnya.

Peran Orangtua

Banyaknya jalur yang disediakan seharusnya memberikan jalan bagi seseorang yang ingin berkuliah. Apalagi dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan. Dengan begitu, dapat memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa untuk menggapai cita-cita. Pada akhirnya, dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Namun, peralihan sestem demi sistem penyaringan ujian masuk ini membuat banyak kalangan prihatin. Khususnya menyangkut kesiapan calon mahasiswa dengan perubahan besar ini. Ditambah kebingungan untuk memilih kuliah atau tidak. “Ini persoalan mendasar. Pastikan dulu mereka harus kuliah,” kata Ikhlas Budiman, pengamat pendidikan Paramadina Jakarta itu.

Kebingungan untuk memilih universitas pada hakikatnya adalah realitas kehidupan pendidikan. Memang secara psikologis, bagi usia lulusan SMA agak berat memutuskan di antara pilihan-pilihan itu. “Apalagi mereka yang tidak memiliki kompetensi atau keahlian,” ujar Ikhlas.

Karena itu, imbuh Ikhlas, orangtua harus ikut mengarahkan agar anaknya tidak bimbang untuk memilih dan memutuskan. Sebab banyak pilihan universitas mana yang sesuai dengan pribadinya itu harus dipertimbangkan dengan matang. “Jangan sampai salah masuk jurusan,” kata Ikhlas.

Menimbang seperti ini sebenarnya merupakan rangkaian dari berpikir paradigmatis tentang sebuah pilihan. Ikhlas menambahkan, jalur pendidikan tinggi erat kaitannya dengan masa depan mahasiswa yang bersangkutan. (Tata Septayuda)

BOX

Tips Menghadapi SNMPTN

Banyak siswa calon peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) berharap besar dapat lolos ujian saringan menuju perguruan tinggi negeri itu. Tenaga, biaya dan otak tentu akan banyak terkuras. Agar tak gagal dan merugi, butuh persiapan mental dan intelektual memadai. Berikut ini beberapa tipsnya.

– Lebih Serius Bimbel

Karena sudah lepas dari sekolah, bimbel (bimbingan belajar) adalah sarana yang tepat untuk terus mengupdate soal-soal ujian. Sekarang sudah banyak bimbel yang fokus mengkaji ujian dari beberapa universitas favorit. Pilihlah yang terbaik.

– Membuat Kelompok Belajar

Kumpulkan teman-teman yang ikut di berbagai bimbel. Dengan begitu, akan didapat lebih banyak referensi, dengan metode yang variatif pula. Buatlah pertemuan rutin belajar bersama, dan mendiskusikan soal-soal yang sudah diajarkan. Cara ini cukup efektif untuk menyegarkan kembali ingatan dan batin kita.

– Les Bahasa Asing

Ikutan kursus bahasa asing bisa jadi referensi tambahan bagi kita unutk menambah pilihan terhadap jurusan kuliah nanti. Walaupun materi bahasa asing tak begitu banyak keluar di soal-soal SNMPTN, tapi pendalaman terhadap bahasa asing berguna untuk memperkaya ilmu kita.

– Mengikuti Workshop

Agar otak tidak lelah karena terus menerus belajar, imbangi juga dengan mengikuti workshop seni. Mungkin, dari workshop ini kita dapat menemukan bakat baru yang selama ini terpendam, dan bisa menjadi alternatif pilihan jurusan impian kelak.

– Memikirkan Jurusan Lain

Terkadang, kita memilih suatu jurusan karena memiliki impian bekerja di bidang favorit. Coba telusuri lebih mendalam seluk-beluk pekerjaan impian itu. Mungkin, jenis pekerjaan itu sebenarnya bisa dicapai dengan mengikuti jurusan kuliah lain yang tidak terlalu diminati tapi ternyata menjanjikan prospek yang sama-sama cerah.

Mengambil jurusan yang kurang diminati banyak orang tapi berprospek cerah untuk diri sendiri membuat peluang kita diterima di PTN lebih besar. Dan jurusan alternatif ini bisa menjadi pilihan baru kita saat ikut SNMPTN.

– Banyak Berdoa

Penyerahan diri dalam berdoa menyimpan kesan mendalam mendorong kesuksesan kita mengerjakan sesuatu. Tentunya harus dibarengi dengan usaha belajar yang keras, maka doa akan terkabul.

Secara psikologis, doa berfungsi sebagai sumber harapan dan motivasi yang amat penting dalam kehidupan manusia. Dan berdoa merupakan ibadah khusus yang menghubungkan antara hati dan pikiran manusia dengan Tuhannya. Rasulullah bersabda, “Doa adalah otaknya ibadah.” “Doa adalah senjata orang mukmin.”

– Tidur dan Olahraga

Tidur dan olahraga bermanfaat besar untuk kekuatan otak. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ronald S. Duman dari Yale University di New Haven, Connecticut, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa olahraga bisa mengubah mood dan melepaskan depresi. Sehingga setelah olahraga, otak kita siap sedia untuk diberi pelajaran baru. Sementara kekurangan jam tidur akan menghambat kemampuan berpikir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: