Rumah Baru Caleg Gagal

Zuhri Yuli Nursanto (39) berteriak-teriak sambil berlari, ia hanya mengenakan pakaian minim. Kontan saja, pemandangan ini menjadi tontonan warga sekitar dan membuat mereka terheran-heran. Maklum, sebelumnya masyarakat mengetahui Zuhri sebagai mantan calon bupati yang bertarung untuk memperebutkan orang nomor satu di kabupaten Ponorogo Jawa Timur untuk masa jabatan 2005-2010. Ia merupakan calon yang diusung oleh Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan.

Langkah nekat Zuhri akhirnya terhenti, setelah merasa kecapekan dan akhirnya dibekuk polisi. Sebelumnya Zuhri telah kabur dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr Radjiman Widiodiningrat, Lawang Malang. Warga Blok C 22-23 Jl. Singajaya XIV, Perumnas Singosaren, Jenangan, Ponorogo, ini dikirim ke RSJ, lantaran stres yang kemungkinan besar disebabkan beban hutang kampanye miliaran rupiah, dan gugatan cerai istrinya juga telah dikabulkan Pengadilan Agama (PA) Ponorogo.

Sang mantan istri Ny Adjidah (37) mengatakan, berdasarkan surat permohonan yang ia ajukan ke RSJ Lawang, Zuhri diterima di RS tersebut dengan nomor 07-46-98, Kelas I, di ruang Bekisar. Namun tak lama, pasien itu sempat lari dan melakukan tingkah aneh di muka umum.

Zuhri terpaksa dikirim ke RSJ dengan alasan keselamatan keluarga dan masyarakat sekitar. Sebab, selain sudah melakukan percobaan bunuh diri tiga kali, Zuhri juga pernah mengamuk dan merusak mobil Suzuki Baleno dan Honda Jazz yang biasa digunakan anggota keluarganya.

Sebelumnya Zuhri merupakan bos perusahaan angkutan. Dan pada pemilihan bupati (Pilbup) lalu, ia telah mengeluarkan dana cukup banyak agar terpilih, namun gagal. Akibatnya, ia meninggalkan utang yang mencapai sembilan miliar rupiah. Tiga pengusaha juga sudah mengadukannya ke Polda Jawa Timur, karena bilyet giro Zuhri yang kosong. Sejumlah unit usahanya pun telah beralih tangan sebagai kompensasi. Tertekan, Zuhri akhirnya nekat menenggak 15 butir obat tidur.

Berdasarkan pemeriksaan medis, Zuhri diketahui menderita depresi berat. Jiwanya mulai goyah sejak kalah Pilbup. Zuhri kelihatan semakin tertekan lantaran tindihan masalah rumahtangga. Zuhri baru mengetahui jika gugatan cerai istrinya telah dikabulkan Pengadilan Agama (PA) Ponorogo ketika ia ditahan di Lembaga Pemasyarakan (LP) Ponorogo sebagai terdakwa kasus bilyet giro dan cek kosong senilai Rp 2,9 miliar.

Nampaknya, kisah seperti Zuhri akan berlanjut pada pemilihan umum (Pemilu) kali ini. Dipastikan, besok akan membludak banyak calon anggota legislatif (Caleg) yang gagal. Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU), tercatat 11.301 orang caleg untuk DPR RI saja, atau meningkat hampir 46 persen dibanding tahun 2004 lalu yang berjumlah hanya 7.756 caleg. Sedangkan kursi yang diperbutkan tahun ini hanya 560. Berarti, ada 10.741 orang yang berpotensi mengalami stres.

Belum lagi persaingan memperebutkan kursi empuk ini di 77 daerah pemilihan (Dapil) juga sangat ketat. Seorang Caleg harus bersaing dan mengalahkan 19 caleg lainnya dalam satu Dapil. Peluang menangnya juga tak lebih hanya lima persen. Kemungkinan kalah lebih besar dari menang, dan beban tanggungan biaya kampanye yang besar juga menanti selepas kekalahan.

Fasilitas RSJ

Direktur RSJ Menur dr Hendro Riyanto, SpKJ memprediksi, para Caleg yang mengalami stres akibat gagal Pemilu tahun ini akan meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Dana besar untuk “mempromosikan” diri sangat berpotensi membuat mereka stres atau depresi saat gagal menenuhi ambisi,” ujar Hendro. Apalagi, banyak di antara Caleg yang harus menggadaikan rumahnya, menjual sawah dan kendaraan.

Pada Pemilu tahun 2004, Caleg stres yang masuk RSJ Menur tercatat hanya tiga orang. Sebagai antisipasi, tahun ini RSJ yang dipimpinnya menyediakan “jatah tambahan” untuk menangani pasien sejenis.

Menurut Hendro, selama ini RSJ masih dijadikan alternatif terakhir untuk berobat. Masyarakat masih banyak yang menjadikan pengobatan alternatif dan paranormal untuk penyembuhan. Jika usaha itu gagal, barulah mereka mendatangi RSJ.

Gejala meningkatnya para Caleg stres, sepertinya sudah mulai terasa. 30 Maret lalu, Siti Hanain, Caleg DPRD Nusa Tenggara Barat dari Partai Pelopor, mendatangi RSJ Mataram berkonsultasi dengan psikiater. Ia mengeluh mengalami perubahan pola tidur, suka gelisah, dan selalu ketakutan. Sejak terjun ke dunia politik, hari-harinya terus dihantui rasa khawatir. Pikirannya selalu diganggu dengan tuntutan masyarakat yang dinilainya cukup tinggi. “Bukan uang puluhan juta yang sudah keluar yang saya pikirkan. Tapi tanggungjawab yang akan saya emban yang membuat saya susah,” katanya.

Memang, di samping besarnya uang yang harus mereka keluarkan, kesibukan para Caleg menjelang dan saat Pemilu juga melejit. Itu sebabnya sejumlah ahli jiwa meramalkan, selepas Pemilu 9 April, akan bakal banyak Caleg menjadi gila.

Sejumlah rumah sakit dan RSJ suah mulai berkemas menyambut para Caleg gagal yang bakal hilang ingatan itu. RSJ Mataram misalnya, telah menyiapkan 60 ruang khusus untuk mereka. Sedari dini, pihak rumah sakit telah meminta para Caleg memeriksa kesehatan jiwanya, sebelum benar-benar terganggu.

RSJ Daerah Surakarta juga telah menyiapkan tim terpadu, yang terdiri dari dokter, psikiater, perawat, psikolog, pekerja sosial, dan pendamping agama untuk menangani Caleg gagal terganggu jiwanya. Persoalan Caleg stres di Surakarta tidak dianggap cerita main-main, persoalan ini bahkan sampai dibahas dalam pertemuan Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat sewilayah bekas Karesidenan Surakarta yang berlangsung di RSJD Surakarta, Kamis (19/3).

Langkah serupa juga dilakukan RSJ Sumatera Utara. RSJ ini telah menyiapkan 30 dokter dan 200 perawat. Mereka siaga 24 jam menyambut Caleg stres. 15 ruangan dengan daya tampung ratusan orang juga sudah dipersiapkan.

Persiapan yang sama juga dilakukan Rumah Sakit Yogyakarta dan RSJ Mahdi Bogor. Bahkan di daerah Sumbawa tengah dipersiapkan berdirinya rumah sakit jiwa, mengingat ada sekitar 742 Caleg yang berebut 40 kursi dewan. Untuk wilayah itu, perkiraan Caleg ada sekitar 256 orang Caleg nomor urut satu dan dua yang akan mengalami stres jika gagal nanti.

Belajar dari pengalaman Pemilu 2004 lalu, RSJ Pekanbaru kini telah menyiapkan ruang khusus untuk menangani Caleg stres. Pemilu lalu, RSJ ini kebanjiran pasien Caleg yang kalah. Ruangan khusus itu diberi nama Ruang Flamboyan. Kamarnya berukuran 8×10 meter, dengan kapasitas 20 tempat tidur, dilengkapi toilet yang senantiasa bersih. “Karena calon penghuninya merupakan orang-orang yang berpendidikan,” ujar Kepala Bagian (Kabag) Perencanaan RSJ Pekanbaru, Muslim Khas. (Islahuddin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: