Kekuatan Doa

KH. Moh. Khoiri Husni, S.Pd.I

Direktur TMI Pondok Pesantren Al-Amien, Prenduan, Madura

Dalam Islam, doa dinyatakan sebagai otak ibadah. Artinya, tak ada ritual ibadah dalam Islam yang terlepas dari unsur doa. Shalat misalnya, sejak takbir hingga salam, semua bacaan yang dilafalkan adalah doa, yang kemudian divisualisasikan dalam bentuk gerakan shalat.

Sebagai otak ibadah, doa memiliki peran sentral menciptakan ketenangan batin dan keharmonisan jiwa. Aspek inilah yang kemudian membentuk mental seorang muslim berkepribadian tangguh, siap dan konsisten mewujudkan misi sebagai hamba Allah SWT dan khalifah-Nya di muka bumi.

Dengan doa, seorang muslim juga akan menuai kesuksesan dalam berbagai usaha yang dilakukannya. Karena doa sejatinya mengandung sebentuk motivasi yang melecut semangat dari dalam diri seorang muslim. Selain itu, doa juga selalu akan melahirkan semangat dan optimisme seorang muslim untuk menghadapi kenyataan hidup yang penuh warna dan dinamika.

Tanpa doa, segala usaha yang kita lakukan, bisa jadi akan selalu gagal, atau bahkan kontra-produktif. Karena itu, butuh keselarasan antara doa dan usaha manakala kita berharap kesuksesan dan nilai tambah (barakah) dari usaha kita.

Secara sederhana, doa bisa dimaknai sebagai salah satu sarana komunikasi yang paling mudah dilakukan hamba dengan Tuhannya. Sebab doa merupakan refleksi pengakuan yang jujur seorang hamba atas kelemahan dirinya. Seperti pengakuan, //”Lâ haula walâ quwwata illâ billâhil-‘aliyyil-‘azhîm,”// (Tiada daya dan kekuatan, kecuali milik Allah Yang Maha Tinggi dan Agung).

Dalam al-Qur`an, Allah bahkan memerintahkan para hamba-Nya untuk selalu berdoa kepada-Nya, //”Dan Tuhanmu berfirman, ”Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.”// (Qs. al-Mu`min [40]: 60)

Firman ini menyiratkan bahwa Allah akan mengabulkan semua doa yang disampaikan seorang hamba, sepanjang doa itu tidak bertentangan dengan syariat. Dan Allah akan menjerumuskan hamba-Nya yang enggan berdoa ke dalam api neraka.

Seorang hamba yang malas berdoa, pada hakikatnya ia telah memutus ikatan batin dirinya dengan Tuhan. Karena itu, penting menyadari urgensi doa, terutama sebagai jalan terbaik meraih cinta Allah.

Seorang hamba yang sudah merasakan nikmatnya doa, maka ia akan senantiasa //istiqamah// berdoa. Kisah Sayyidana Ali ibn Abu Thalib RA yang termasuk salah seorang khalifah yang benar-benar menjiwai makna doa, bisa dijadikan cermin.

Setiap kali berdoa, ia selalu berupaya meluruhkan kehambaannya di hadapan Allah, dengan khusyu’ dan ikhlas. Hatinya lebur menyatu dengan Allah. Sebagai hadiah, Allah menganugerahinya kecerdasan dan //hikmah// dalam keluasan ilmu dan ke//tawadhu’//annya.

//”Anâ ’abdun man ’allamanî harfan,”// (Aku hamba bagi yang mengajariku sebuah huruf), tegasnya suatu ketika. Ia meneladankan, bahwa seseorang yang //istiqamah// berdoa, hatinya akan //tawadhu’// dan tidak angkuh.

Bagi seorang Muslim, doa merupakan senjata yang akan membentengi dari ancaman musuh. Terutama musuh yang tidak tampak, seperti hawa nafsu, kegelisahan hati, kesombongan, dan sikap-sikap tidak terpuji lainnya. Karena itulah setiap Muslim diperintahkan untuk senantiasa mengasah ketajaman doa.

Cara yang paling ampuh melakukannya adalah membuat hati kita terus tersambung kepada Allah. Salah satunya dengan konsisten menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Terakhir, dalam berdoab hendaknya dibarengi dengan keikhlasan. Ikhlas artinya menyadari seluruh makna doa yang kita lafalkan, dan berusaha khusyu’ membacakannya. Dengan begitu, //insyâ`allah//, Dia akan segera mengabulkan setiap doa kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: