Drs HM Aminullah Tsamud: Pilihan Terbaik Tamu Allah

Krisis global melanda. Tapi tamu-tamu Allah tidak pernah terkena dampak krisis. Walaupun demikian, untuk bisa berumrah/haji bukan kaya semata.

“Berapa banyak orang kaya namun mereka belum ‘terpanggil’ menunaikan panggilan-Nya,”terang Ust Drs HM Aminullah Tsamud, Direktur Utama PT Amsa Nur Indah Mandiri, dihadapan 100 orang peserta, –dari Kalimantan Selatan, Indramayu dan Surabaya– Bimbingan Manasik Umrah, (27/4) di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta Pusat.

Oleh karena itu, Amsa akan (terus) berupaya melayani tamu Allah. “Insya Allah, kami memberikan pelayanan yang terbaik kepada para jamaah. Bila ada pelayanan, atau segala sesuatu apa pun, yang dirasa kurang berkenan, jangan sungkan-sungkan ngomong ke saya,”ujar Amin, yang didampingi oleh Ust Afifih Zaini dan Ust Nur, pembimbing umrah.

Misalnya, kata Amin, makanannya kurang enak. “Kami bertekad memberikan pelayanan yang terbaik untuk para tamu Allah,”tegas Amin.

Amsa menawarkan tiga program paket umrah. Pertama ada paket 9 hari. Kedua, paket 12 hari. Ketiga, paket 15 hari.

PT Amsa, yang berdiri pada akhir 2003. Pada 2004, Amsa sudah running dan.memberangkatkan jamaah haji pertamakali sebanyak dua bus.

Kini, PT Amsa memberangkatkan peserta umrah setiap bulan. “Paling banter tiga kali sebulan. Dan minimal sekali sebulan,”ujar alumnus Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Madura ini.

Bulan April 2009, sudah memberangkatkan dua kali jamaah umrah, imbuh Amin, sapaan akrab pria kelahiran 15 Juli 1968 di Masalembu, salah satu kepulauan di  Madura. Satu jamaah, terdiri dari 48 orang. Pada 20 Mei 2009 ini, PT Amsa akan memberangkat satu bus, terdiri dari 48 orang jamaah umrah.

Berkat kegigihan Amin, PT Amsa kini memiliki perwakilan di hampir semua daerah di Indonesia. Sebut saja misalnya, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat. Selain itu ada juga di Bali, Pangkal Pinang, Riau, Medan dan Makasar.

Nama Amsa, oleh Amin diambil dari bahasa Arab, Amsaina. Artinya, hari senja.  Mengapa? Karena perputaran hari itu berawal dari sinar senja, gelap. Selain itu, menurut Amin, kata ‘Amsa’ itu berasal dari doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW. ‘Allahumma amsaina wa ashbahna..

Bagi Amin, Amsa mempunyai makna khusus. Apa khususnya? “Ia akronim dari nama si pemiliknya, Aminullah Stamud. Sedangkan Nur, berasal dari nama sang istri, Nur Safirah.

Modal Doa

Pendapat umum mengatakan untuk mendirikan sebuah perusahaan dibutuhkan modal tidak sedikit. Namun keyakinan ini tidak berlaku bagi Amin.

Saat Amin berada di persimpangan jalan, antara membuka usaha sendiri atau bekerja menjadi karyawan, suami Nur Safirah ini tercenung sejenak, lantas berpikir, “Bila saya mempunyai keinginan mendirikan satu perusahaan, lalu harus menunggu memiliki modal besar, lantas kapan saya punya uang banyak? Sementara saya berasal dari keluarga miskin,”kenang Amin, dengan mata berkaca-kaca.

Kalau ukurannya modal/dana dan lain semacamnya, Amsa tidak bisa berdiri. “Karena Amsa bermodal dari nol,”tandas ayah dari Ulfa Haramain, Adnan Hayati, Fadlurrahman dan Widda Abdillah. “Karena Amsa tidak punya apa-apa,”imbuh putera tunggal pasangan Stamud dan Madiyah ini.

Menurut pria yang telah melanglang buana ke penjuru Eropa dan Beijing ini, rahasia satu keberhasilan tidak selalu bisa diukur dari materi melainkan kemauan. Bila materi menjadi tolak ukurannya, lanjut Amin, kita tidak dapat melangkah. Modal Amin mendirikan Amsa adalah doa.

Dengan modal doa, Amin membuktikan, dirinya mampu mendirikan perusahaan tour dan travel. “Alhamdulillah, sekarang sudah memiliki cabang/perwakilan di berbagai daerah,” ucap Amin, lirih. Modalnya hanya kemauan, tekad dan doa.

Saat bicara soal doa, sejurus kemudian Amin teringat pesan KH Idris Jauhari, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Madura, ketika dirinya hendak merantu ke Jakarta. “Min, nggak usah susah-susah. Enggak perlu kita ngemis-ngemis pada manusia! Kenapa? Yang megang hati manusia itu kan Allah! Dekati ke yang punya hati, Allah,” ungkap Amin, menirukan nasehat KH Idris.

Krisis global melanda. Tapi tamu-tamu Allah tidak pernah terkena dampak krisis. Walaupun demikian, untuk bisa berumrah/haji bukan kaya semata.

“Berapa banyak orang kaya namun mereka belum ‘terpanggil’ menunaikan panggilan-Nya,”terang Ust Drs HM Aminullah Tsamud, Direktur Utama PT Amsa Nur Indah Mandiri, dihadapan 100 orang peserta, –dari Kalimantan Selatan, Indramayu dan Surabaya– Bimbingan Manasik Umrah, (27/4) di Hotel Sofyan Cikini, Jakarta Pusat.

Oleh karena itu, Amsa akan (terus) berupaya melayani tamu Allah. “Insya Allah, kami memberikan pelayanan yang terbaik kepada para jamaah. Bila ada pelayanan, atau segala sesuatu apa pun, yang dirasa kurang berkenan, jangan sungkan-sungkan ngomong ke saya,”ujar Amin, yang didampingi oleh Ust Afifih Zaini dan Ust Nur, pembimbing umrah.

Misalnya, kata Amin, makanannya kurang enak. “Kami bertekad memberikan pelayanan yang terbaik untuk para tamu Allah,”tegas Amin.

Amsa menawarkan tiga program paket umrah. Pertama ada paket 9 hari. Kedua, paket 12 hari. Ketiga, paket 15 hari.

PT Amsa, yang berdiri pada akhir 2003. Pada 2004, Amsa sudah running dan.memberangkatkan jamaah haji pertamakali sebanyak dua bus.

Kini, PT Amsa memberangkatkan peserta umrah setiap bulan. “Paling banter tiga kali sebulan. Dan minimal sekali sebulan,”ujar alumnus Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan Madura ini.

Bulan April 2009, sudah memberangkatkan dua kali jamaah umrah, imbuh Amin, sapaan akrab pria kelahiran 15 Juli 1968 di Masalembu, salah satu kepulauan di  Madura. Satu jamaah, terdiri dari 48 orang. Pada 20 Mei 2009 ini, PT Amsa akan memberangkat satu bus, terdiri dari 48 orang jamaah umrah.

Berkat kegigihan Amin, PT Amsa kini memiliki perwakilan di hampir semua daerah di Indonesia. Sebut saja misalnya, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat. Selain itu ada juga di Bali, Pangkal Pinang, Riau, Medan dan Makasar.

Nama Amsa, oleh Amin diambil dari bahasa Arab, Amsaina. Artinya, hari senja.  Mengapa? Karena perputaran hari itu berawal dari sinar senja, gelap. Selain itu, menurut Amin, kata ‘Amsa’ itu berasal dari doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW. ‘Allahumma amsaina wa ashbahna..

Bagi Amin, Amsa mempunyai makna khusus. Apa khususnya? “Ia akronim dari nama si pemiliknya, Aminullah Stamud. Sedangkan Nur, berasal dari nama sang istri, Nur Safirah.

Modal Doa

Pendapat umum mengatakan untuk mendirikan sebuah perusahaan dibutuhkan modal tidak sedikit. Namun keyakinan ini tidak berlaku bagi Amin.

Saat Amin berada di persimpangan jalan, antara membuka usaha sendiri atau bekerja menjadi karyawan, suami Nur Safirah ini tercenung sejenak, lantas berpikir, “Bila saya mempunyai keinginan mendirikan satu perusahaan, lalu harus menunggu memiliki modal besar, lantas kapan saya punya uang banyak? Sementara saya berasal dari keluarga miskin,”kenang Amin, dengan mata berkaca-kaca.

Kalau ukurannya modal/dana dan lain semacamnya, Amsa tidak bisa berdiri. “Karena Amsa bermodal dari nol,”tandas ayah dari Ulfa Haramain, Adnan Hayati, Fadlurrahman dan Widda Abdillah. “Karena Amsa tidak punya apa-apa,”imbuh putera tunggal pasangan Stamud dan Madiyah ini.

Menurut pria yang telah melanglang buana ke penjuru Eropa dan Beijing ini, rahasia satu keberhasilan tidak selalu bisa diukur dari materi melainkan kemauan. Bila materi menjadi tolak ukurannya, lanjut Amin, kita tidak dapat melangkah. Modal Amin mendirikan Amsa adalah doa.

Dengan modal doa, Amin membuktikan, dirinya mampu mendirikan perusahaan tour dan travel. “Alhamdulillah, sekarang sudah memiliki cabang/perwakilan di berbagai daerah,” ucap Amin, lirih. Modalnya hanya kemauan, tekad dan doa.

Saat bicara soal doa, sejurus kemudian Amin teringat pesan KH Idris Jauhari, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Madura, ketika dirinya hendak merantu ke Jakarta. “Min, nggak usah susah-susah. Enggak perlu kita ngemis-ngemis pada manusia! Kenapa? Yang megang hati manusia itu kan Allah! Dekati ke yang punya hati, Allah,” ungkap Amin, menirukan nasehat KH Idris.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: