Tingkat Kunjungan Konsumen ke Mal

Dhorifi Zumar

Menjamurnya pusat perbelanjaan bertaraf modern saat ini, seperti mal atau plaza di berbagai kota di Tanah Air, yang di dalamnya terdapat toko serba ada (toserba), restoran, arena permainan, supermarket, bahkan hypermarket, tak ayal telah mengubah pola belanja sebagian konsumen kita. Mereka yang dulunya kerap menyambangi pasar-pasar tradisional, kini beralih ke pusat perbelanjaan tersebut.

Tak bisa dipungkiri, bagi sebagian konsumen, pergi ke mal atau plaza, kini telah menjadi bagian gaya hidup (life style) yang tak bisa ditinggalkan. Mal atau plaza telah menjadi pilihan, karena menghadirkan berjuta kenikmatan. Mulai dari tersedianya berbagai kebutuhan yang diinginkan (one stop shopping), hingga tempat yang pas untuk bersantai bersama keluarga maupun kolega.

Tentang kunjungan ke mal ini, menurut hasil riset MARS Indonesia (Indonesian Consumer Profile 2008), sebanyak 82,2% konsumen kita, khususnya di kota Jakarta dan Surabaya gemar berkunjung ke mal. Dalam sebulan, mereka minimal sekali atau dua kali mengunjungi tempat belanja itu. Ini artinya, demam mal memang sudah semakin menggejala di masyarakat kita.

Saat kapan mereka berkunjung ke mal? Berdasarkan riset terbaru tentang Perilaku Belanja Konsumen Indonesia 2009 di delapan kota (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, dan Palembang), diketahui bahwa 74,3% mereka berkunjung ke mal pada hari libur, sedangkan pada hari kerja hanya 25,7%. Pada hari libur, kota Palembang menduduki peringkat tertinggi dibanding ketujuh kota lainnya dengan porsi 86,1%.

Sedangkan pada hari kerja, Bandung meraih porsi tertinggi (40,3%). Ini artinya, masyarakat kota kembang itu memang paling gemar jalan-jalan ke mal, sekalipun pada hari kerja. Mereka yang suka pergi ke mal pada hari libur berasal dari kelompok usia 35-55 tahun, dengan kelas sosial-ekonomi (SES) tipe A, di mana rata-rata pengeluaran bulanannya di atas Rp 2,5 juta. Sedangkan yang pergi ke mal pada hari kerja adalah kelompok usia 26-34 tahun, dengan SES tipe C yang belanja bulanannya berkisar antara Rp 900 ribu hingga Rp 1,75 juta.

Tabel-1. Perbandingan Frekuensi Kunjungan di Hari Kerja dan Hari Libur Menurut Kota (%)

Perbandingan Frekuensi Kunjungan

di Hari Kerja dan Hari Libur Total Jakarta Bandung Semarang Surabaya Medan Makassar Balikpapan Palembang

Frekuensi Kunjungan 1 kali Hari Kerja 25,7 22,8 40,3 26,3 29,2 26,2 27,0 30,4 13,9

Hari Libur 74,3 77,2 59,7 73,7 70,8 73,8 73,0 69,6 86,1

2 kali Hari Kerja 30,0 44,3 20,5 9,8 24,2 20,2 4,5 8,6 20,9

Hari Libur 70,0 55,7 79,5 90,2 75,8 79,8 95,5 91,4 79,1

> 2 kali Hari Kerja 26,4 25,2 13,6 53,3 36,8 35,8 23,5 55,8 16,9

Hari Libur 73,6 74,8 86,4 46,7 63,2 64,2 76,5 44,2 83,1

Sumber: MARS Indonesia

http://www.marsindonesia.com

Adapun waktu yang paling sering atau favorit digunakan oleh mereka untuk berkunjung ke mal adalah antara pukul 18.00-19.00 WIB. Sementara waktu lainnya ialah antara pukul 16.00-17.00 WIB, dan 19.00-20.00 WIB. Dari sini dapat dipahami, bahwa waktu yang mereka pilih adalah selepas pulang kerja dan bukan waktu saat kerja atau 08.00-17.00 WIB.

Lantas, kunjungan mereka ke mal itu, apakah di awal, tengah atau akhir bulan? Ternyata, mayoritas mereka memilih di awal bulan (44,8%), ini mungkin berkaitan dengan saat mereka menerima gaji. Sedangkan di pertengahan bulan dan akhir bulan, hanya sedikit sekali, yaitu dengan porsi masing-masing 5,8% dan 5,6%.

Yang juga mengambil porsi cukup besar, justru pengunjung yang waktunya tak pasti, bisa jadi awal, tengah atau akhir bulan, dengan prosentase 43,7%. Yang memilih waktu di awal bulan, adalah mayoritas masyarakat di Balikpapan Kalimantan Timur (65,9%). Sedangkan pertengahan bulan adalah masyarakat Semarang (14,9%), dan akhir bulan adalah masyarakat Jakarta (7,5%). Sementara yang memilih waktu tidak pasti adalah masyarakat Pelembang (64,8%).

Grafik-1. Kunjungan di Awal – Tengah – Akhir Bulan yang Paling Sering Digunakan untuk Berkunjung ke Pusat Belanja (%)

Sumber: MARS Indonesia

Apa alasan yang mendorong mereka berkunjung ke pusat perbelanjaan atau mal? Hampir mayoritas dari mereka menyatakan karena membutuhkan sesuatu dan sekadar ingin berakhir pekan (weekend).

Dua alasan itulah yang paling banyak dipilih responden, dengan porsi masing-masing 58,9% dan 53,8%, mengalahkan alasan setelah menerima gaji, pulang kerja, bertemu teman/saudara, maupun bertemu klien.

Apa alasan yang mendorong mereka berkunjung ke pusat perbelanjaan atau mal? Hampir mayoritas dari mereka menyatakan karena membutuhkan sesuatu dan sekadar ingin berakhir pekan (weekend).

Dua alasan itulah yang paling banyak dipilih responden dengan porsi masing-masing 58,9% dan 53,8%, mengalahkan alasan setelah menerima gaji, pulang kerja, bertemu teman/saudara, maupun bertemu klien.

Tabel-2. Alasan Berkunjung ke Pusat Belanja/Mal (%)

Alasan Kunjungan Total Jakarta Bandung Semarang Surabaya Medan Makassar Balikpapan Pelembang

Saat Membutuhkan Sesuatu 58,9 55,5 70,6 64,5 49,8 74,5 54,7 79,1 47,3

Weekend 58,3 51,7 75,6 67,3 70,6 52,5 48,9 42,6 70,2

Setelah Menerima Gaji 23,5 13,5 47,1 12,5 39,0 23,0 28,9 55,0 25,1

Pulang Kerja 16,1 14,0 29,9 17,6 12,0 16,8 5,4 6,9 23,2

Libur Nasional 15,2 14,4 15,1 14,3 12,5 30,3 4,7 11,6 17,6

Bertemu Teman/Saudara 13,8 16,9 24,3 3,7 5,8 10,8 4,9 0,8 7,3

Jam Istirahat Kantor 2,1 0,8 2,0 3,0 9,7 1,4 0,2 1,3 2,3

Bertemu Klien 1,8 1,7 2,5 2,4 3,2 0,0 0,0 0,5 2,2

Sumber: Perilaku Belanja Konsumen Indonesia 2009, MARS Indonesia

Sementara itu, kegiatan yang dilakukan selama di pusat perbelanjaan/mal, sebagian besar responden menyatakan sekadar melihat-lihat, alias window shopping dengan porsi 81,6%. Disusul belanja di supermarket (57,9%), belanja pakaian (51,5%), makan di foodcourt/restoran (48,8%), bermain di arena permainan (18,5%), belanja footwear (18,0%), nonton di bioskop (15,3%), makan di café (10,7%), belanja buku (10,6%), dan belanja elektronik (8,7%).

Yang menarik untuk diketahui, bahwa mereka yang akhirnya tergerak untuk belanja di mal, rata-rata disebabkan adanya diskon dan promosi dari pusat perbelanjaan atau counter tersebut, meski pada awalnya mereka tak terlalu membutuhkan barang yang dibelinya. Ini menunjukkan bahwa diskon dan promosi sangat manjur untuk menarik minat belanja pengunjung/calon konsumen.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: