Pagar Kayu

pagar kayu mengetuk hatiku dalam dalam

kubuka pintu, dan kupersilahkan masuk setelah mencuri

sedikit pandang dari resah wajahnya

ia bercerita sambil menyeruput segelas teduh hangat

“seorang pencuri memperhatikan isi hatimu berhari

hari. sudah kuusir tapi tak juga mau pergi.”

bisa kulihat tangannya yang semakin gemetar, dadanya

yang serasa terbakar

aku tersenyum dan menepuk pundaknya

“sudahlah, tidak usah dipikirkan. ia memang telah

mencuri sebagian hatiku tadi malam.”

Nov. 22, 07

Luthfi Andi Zulkarnain, mahasiswa IDIA Prenduan asal Lumajang


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: