Sahabat: Chonnaniyah, Muslimah Saintis Masa Depan

Segudang Prestasi, Segudang Kemanjaan

Lulus sebagai siswi berprestasi serta dengan mudah diterima sebagai mahasiswi universitas ternama di Surabaya, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kesungguhan dan ketekunan sangatlah menentukan dalam pencapaian hal tersebut. Maka kedua hal di atas, pantaslah diraih oleh Chonnaniyah, seorang gadis Prenduan alumnus MA AL-AMIEN I Prenduan ini, karena ketekunan dan kesungguhannya.

Prestasi dan tawaran yang diberikan oleh Departemen Agama sebagai mahasiswi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya tersebut, merupakan hasil dari ketekunan dan kesungguhan dalam menjalani estafeta pendidikan yang cukup panjang selama ini.

Gadis yang akrab disapa Nanik ini, melewati fase-fase pendidikan yang cukup panjang, dari taman kanak-kanak hingga Madrasah Aliyah. Sebelum menjadi mahasiswi UNAIR, Nanik mengawali perjalanan pendidikannya di Taman Kanak-Kanak Ad-Dzikir Prenduan, (lulus tahun 2001), SDN Pragaan Laok I (lulus tahun 2005), MTs Al-Amien I Prenduan (lulus tahun 2007), dan MA Al-Amien I Pragaan.

Namun uniknya, walaupun jenjang pendidikan yang dilalui oleh Nanik merupakan lembaga pendidikan pesantren, Nanik tidak mukim seperti lazimnya santri lainnya. Ia lebih memilih nyolok dan berdiam diri di rumah. Sehingga demi menyiasati akses informasi, Nanik harus sering datang ke pondok.

Selain itu, Sebagai bukti kemanjaannya, Semifinalis I Lomba Matematika se Madura, yang diadakan oleh Badan Eksekutif mahasiswa fakultas MIPA Universitas Islam Madura Pamekasan ini, selalu meminta kakaknya (Taufiqurrahman) untuk antar-jemput ke sekolahnya. Karena itulah Nanik sama sekali tidak mau mukim di pesantrennya. Ia lebih memilih untuk selalu dekat dengan orang tua, terutama ibunda tercinta.

Semangat Berkompetisi

Gadis kelahiran Sumenep 05 Juli 1991 ini, merupakan santri yang sangat gigih mengikuti lomba, walaupun di lain sisi terkesan manja. Sebab itu, Nanik hampir tidak pernah absen dari even-even lomba, baik di tingkat lokal maupun nasional. Bahkan semua macam lomba ia ikuti, dari lomba matematika hingga lomba kaligrafi dan mading.

Dari itu, tidak salah jika Nanik meraih banyak prestasi, terutama di bidang fisika dan matematika. Bagi Nanik ilmu pengetahuan adalah segala-galanya, kesemuanya bisa diraih baik dari belajar formal, otodidak dan kompetisi.

Namun demikian, Nanik sama sekali tidak mengenyampingkan pelajaran agama dalam menjalani masa pendidikannya. “Ilmu pengetahuan memang penting untuk bekal hidup, namun imtaq juga harus ada demi menjaga jalannya etika ilmu.” Tuturnya sambil tersenyum. “Maka dari itu, antara iptek dan imtaq harus seimbang, sehingga satu sama lain saling menopang.” Dari penuturan itu, pantas jika dia bercita-cita menjadi seorang Muslimah yang saintis Islam.

Slowly But Sure

Bagi sebagian pelajar, mungkin merupakan hal yang rumit jika di satu sisi dituntut untuk belajar, sedangkan di sisi lain dituntut untuk mengembangkan pelajaran lain, apalagi demi tujuan kompetisi. Untuk itu, cara menyiasatinya Nanik selalu mempraktekkan perinsip “slowly but sure”.

Sama halnya dengan teman-teman pelajar yang lain, Nanik juga sering merasakan kejenuhan, rasa penat terkadang juga terjangkit rasa malas. Tapi Nanik tidak mau larut dalam kejenuhan tersebut, ia lebih memilih untuk santai dan mendengarkan musik di rumahnya atau bercanda dengan teman-temannya untuk menghilangkan rasa malas dan jenuh tersebut.

“Kita harus pintar-pintar membagi waktu, ketika kita merasa lelah, istirahatlah sebentar sekedar menghilangkan penat, hidup jangan diambil pusing, yang paling penting adalah keinginan kita untuk menyelesaikan sesuai target. Tapi kalau merasa penat dan bad mood ya tentunya perlu istirahat, tidak usah dipakasakan biar tidak amburadul.”

Begitulah anak keempat dari pasangan Abd. Hannan dan Hodaifah menjalankan tugas dan kesehariannya. Setiap apa yang ia kerjakan memiliki target yang jelas, sehingga untuk melalaikan satu tugas saja sangat tidak mungkin.

Buku, Masa Depanku

Setiap kemauan pasti ada jalan. Kalimat itulah yang dirasakan Nanik ketika masih sekolah di MA Al-Amien I Pragaan. Kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung keinginannya untuk meraih cita-cita waktu itu, mendorong Nanik untuk berusaha dan berdoa dengan penuh harap.

“Bagi saya belajar tanpa buku itu nihil, selama di MA saya berusaha mengumpulkan uang untuk ditabung, yang nantinya dapat dibelikan buku pelajaran atau untuk tabungan masa depan. Kebetulan waktu itu saya punya teman akrab, namanya Mahsushah, dia sekarang menjadi mahasiswa di Paramadina Jakarta. Dengan Mahsushah ini saya menggunakan satu buku untuk berdua, atau jika waktu itu saya lagi ada uang dan dia lagi butuh saya pinjamkan, begitu pula sebaliknya,” kenangnya sambil menunjukkan sederet buku koleksinya.

Sebenarnya, Nanik sama sekali tidak ada pikiran untuk kuliah di UNAIR. Sebab waktu dia masih duduk di bangku Madrasah Aliyah, dia berencana melanjutkan pendidikan di Universitas UDAYANA Bali, jurusan Akuntansi. UDAYANA dipilih Nanik dengan pertimbangan cita-citanya yang selama ini sangat menginginkan profesi sebagai akuntan.

Namun keinginannya untuk kuliah di UDAYANA tidak serta merta menjadi kenyataan. Peraih peringkat I sejak kelas X sampai lulus MA AL-AMIEN I ini ternyata mendapat perhatian khusus dari kepala sekolah. KH. Syaifudin Qudsi, S.H.I, MA sebagai kepala sekolah MA waktu itu, menunjuk Nanik untuk mengikuti program beasiswa tawaran DEPAG.

Tawaran tersebut tentu sangat beralasan, selaian karena jurusan Nanik adalah MIPA, Nanik juga pernah menjadi peserta Olimpiade Fisika se Jawa Bali dalam Pekan Ilmiah Fisika UNY, maka atas pertimbangan skill dalam pelajaran MIPA itulah Nanik dipilih.

Dan alhamdulillah atas ridlo Allah, Nanik pun diterima sebagai mahasiswa program beasiswa santri berprestasi tahun anggaran 2009, UNAIR Surabaya, Jurusan Fisika berdasarkan SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor Dj : I//253/2009 tanggal 6 Mei 2009 Depag. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa alumni MA Al-Amien I Prenduan, layak disejajarkan dengan alumni SLTA kenamaan lainnya di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: