Beri Kami Udara

Kala senja langit jingga

Kududuk termangu

Hatiku sedih hatiku pilu

Terbentang luas di hadapanku

Betapa hancur gunung-gunungku

Bersapa ratapan angin, ilalang dan dedaunan

Tangis kanakku kusimpan perih

Akulah pewaris bumi ini

Tapi apa yang kau wariskan wahai orang tuaku?

Gunung yang kokoh kau kosongkan perutnya

Pohon hijauku kau tebangi

Hutan rindangku kau gunduli

Kata ibu hutanku gundul karena illegal loging

Kata ayah gunungku koyak karena illegal mining

Kutanya

Dan terus kutanya

Kini kutahu itu semua

Apa yang tersisa untukku hai, orang tuaku?

Debu…

Udara yang sesakkan nafasku

Dan panas yang membakar ubun-ubunku

Kami terlalu kecil untuk menghirup debumu selalu

Ataukah kau biarkan kami sekerontang bumi ini

Lalu kau saksikan kami

Lesu, kaku, tak berarti bagai zombi

Kami tak mengerti banjir

Kami tak mengerti gempa

Kami tak mengerti hama

Tapi kami takut itu semua!

Duhai yang kucinta

Jangan terbagi pohonku

Jangan gali gunungku

Beri kami udara

Agar paru-paru kami segar bernafas

Sebab…

Kami ingin bermain bebas di bumi ini

Alif Al-Faruq. G, Santri Kelas I MTs TMI Al-Amien Prenduan, asal Kalimantan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: