Sahabat: Membaca Untuk Keliling Dunia

Senyum manis penuh bangga menghiasi wajah Rafsanjani, piala juara dua pidato nasional berhasil diraihnya beberapa bulan lalu. Kebahagiaan itu terpancar jelas di wajah Rafsanjani, sebuah prestasi atas kerja kerasnya selama ini yang tiada kenal lelah dalam belajar dan berlatih, terutama rajinnya Sanjani membaca buku yang tertanam sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidiyah.

Motivasi utama Rafsanjani dalam membaca, dilandasi surat Al-‘Alaq sebagai wahyu pertama Allah kepada Nabi Muhammad. Baginya, membaca merupakan proses open mind untuk mengetahui banyak hal, terutama tentang dunia. “Dengan membaca kita akan tahu tentang dunia tanpa harus mengelilinginya,” ujarnya.

Terus Mengasah Kemampuan

Remaja berkulit hitam manis ini, memulai hobi pidatonya ketika masih duduk di bangku kelas I MTs. Saat itu ia diminta oleh salah seorang Ustadnya untuk berpidato, dalam rangka penyambutan datangnya seorang Syekh dari timur tengah ke pondoknya di Aceh. Sejak itu, bakatnya mulai muncul, walaupun hal itu dilakukan dengan rasa takut dan terpaksa. Melalui penampilan yang mengagumkan itu, mulailah Sanjani dipercaya untuk mengikuti berbagai lomba sebagai delegasi al-mamaternya.

Namun walaupun begitu adanya, perjuangan santri kelahiran Aceh, 6 Juni 1993 tidak semudah yang ia dibayangkan. Ia beberapa kali gagal ketika mengikuti lomba pidato antar pelajar se-kecamatan maupun se-kabupaten. Tapi hal itu tidak membuatnya ciut dan kalah menghadapi aral-rintangan itu. Karena itu, Sanjani mampu meraih juara II lomba MTQ se-Provinsi saat ia duduk di kelas III Tsanawiyah. Bagi Sanjani pepatah “Semakin sering berlatih, semakin terasa bakat itu,” adalah nyata dalam hidup.

Aktivitasnya di TMI Al-Amien Prenduan

Setelah remaja, putra dari pasangan Kasim dan Aisha ini, melanjutkan studi di ke TMI Al-Amien Prenduan. Di pondok inilah, bakat Sanjani semakin cemerlang dengan keikutsertaannya dalam kelompok orasi seperti ROC IPRA. Di kelompok elit ini, dia berlatih dan mendapat bimbingan baik.

Tidak puas hanya dengan pidato, Rafsanjani pun mengikuti kelompok Sanggar Sastra Al-Amien, sebuah kelompok yang memiliki orientasi menulis. Dari sini, Rafsanjani berharap berkualitas berorasinya akan semakin bagus. Apalagi semangatnya semakin terpacu setelah membaca novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

Sampai sekarang pun, tokoh seorang Ikal selalu mendorongnya untuk terus belajar dan belajar. Tentunya Sanjani tidak melupakan tugas utamanya sebagai santri yang harus senantiasa beribadah, belajar, berlatih dan berprestasi.

Cita-cita dan Harapan

Remaja berkulit hitam manis ini memiliki cita-cita tinggi sebagai Presiden. Keinginan ini terinspirasi oleh Barrack Husein Obama. Baginya, Obama adalah sosok presiden yang terampil dan bekarakter dalam berorasi. Berbekal modalnya dalam berpidato, ia ingin menjadi Presiden seperti Obama. “Ya cita-cita harus tinggi, kan kalau tidak sampek mungkin bisa sperti SBY lah,” ungkapnya sambil tertawa.

Sebagai seorang anak, tentu motivasi terbesar yang dimiliki Sanjani, adalah dukungan orang tuanya dalam belajar, dan mengabdikan diri sebesar-besarnya kepada orang lain. Harapan itulah yang membuat Sanjani terus cinta membaca. “Dari membaca, kita bisa mewujudkan impian kita untuk menjelajahi dan menguasai dunia,” ucapnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Rubrikasi

  • Office

    Jl. Pancoran Baran XI no. 2 Jakarta Selatan Phone: (021)79184886-(021)27480899 Email: majalahqalam@yahoo.com

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: